Pembelian Pesawat MA60 Pernah Ditolak JK - Kompas.com

Pembelian Pesawat MA60 Pernah Ditolak JK

Kompas.com - 08/05/2011, 08:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan pesawat Merpati jenis MA-60 bernomor penerbangan MZ-8968 tujuan Sorong-Kaimana-Biak, Sabtu (7/5/2011), yang jatuh dan hancur di laut menewaskan 27 orang penumpang berikut awak pesawat. Menurut informasi yang dihimpun Kompas, rencana pembelian pesawat buatan China itu pernah batal karena ditolak oleh Wakil Presiden (2004-2009) Muhammad Jusuf Kalla. Ketika dikonfirmasi semalam, Kalla membenarkan hal itu.

”Oh iya, betul. Waktu itu rencana pembelian pesawat tersebut memang saya tolak,” katanya.

Alasan penolakan Kalla ketika itu karena jenis pesawat tersebut belum memiliki sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) sehingga bisa dianggap sebagai produk percobaan. ”Masa kita mau membeli pesawat yang belum memiliki sertifikat FAA. Itu kan berarti masih produk percobaan. Berbahaya sekali,” katanya.

Waktu itu, kata Kalla, disetujui jika pesawat itu menggunakan sistem sewa (leasing) sehingga tanggung jawab teknis ada pada pihak China. Merpati berencana menerbangkan 15 pesawat MA-60.

”Sertifikasi dari FAA pada dasarnya tak harus diambil. Namun, apabila MA-60 lolos dari sertifikasi FAA, keselamatan penerbangannya lebih terjamin,” kata pengamat penerbangan Dudi Sudibyo.

Dudi mengatakan, pesawat buatan Indonesia, yakni CN-235, masih lebih bagus karena telah lolos sertifikasi FAA. CN-235 bahkan dioperasikan oleh US Coast Guard, South Korean Air Force, French Air Force, dan Merpati.

Menurut Dudi, harus diselidiki apakah jatuhnya pesawat terkait persoalan teknis. ”Masyarakat butuh kebenaran dan butuh kepastian tentang keamanan pesawat itu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi harus bekerja keras,” ujarnya.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR pada Juni 2009, Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti mengungkapkan, pihaknya pernah menghentikan pengoperasian (grounded) MA-60 buatan Xian Aircraft asal China karena keretakan di rudder (sayap bagian belakang pesawat).

”Sebenarnya pesawat ini telah disertifikasi oleh China dan Pemerintah Indonesia. Jadi tidak ada masalah terbang di sini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti saat jumpa pers pada Sabtu malam.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried

    Terkini Lainnya

    Djarot: Infonya Ada Penghuni Rusun yang Sudah Punya Mobil

    Djarot: Infonya Ada Penghuni Rusun yang Sudah Punya Mobil

    Megapolitan
    Komentar Mendagri soal Usul Djarot Gubernur DKI Dipilih DPRD

    Komentar Mendagri soal Usul Djarot Gubernur DKI Dipilih DPRD

    Nasional
    Staf Khusus Menkes: Sanksi Paling Adil Perombakan Manajemen RS Mitra Keluarga

    Staf Khusus Menkes: Sanksi Paling Adil Perombakan Manajemen RS Mitra Keluarga

    Nasional
    Joker Sudah Tiga Kali Bubarkan Kebaktian di Rusun Pulogebang

    Joker Sudah Tiga Kali Bubarkan Kebaktian di Rusun Pulogebang

    Megapolitan
    Djarot Akan Temui Luhut untuk Bahas Lahan MRT di Kampung Bandan

    Djarot Akan Temui Luhut untuk Bahas Lahan MRT di Kampung Bandan

    Megapolitan
    Penjelasan Pengacara Setya Novanto soal Laporan Kinerja KPK yang Jadi Bukti Persidangan

    Penjelasan Pengacara Setya Novanto soal Laporan Kinerja KPK yang Jadi Bukti Persidangan

    Nasional
    Jelang Akhir Jabatan, Djarot Sebut Bekerja seperti Pelari

    Jelang Akhir Jabatan, Djarot Sebut Bekerja seperti Pelari

    Megapolitan
    Ini Alasan Bea Cukai Terapkan Pajak Barang Mahal dari Luar Negeri?

    Ini Alasan Bea Cukai Terapkan Pajak Barang Mahal dari Luar Negeri?

    Megapolitan
    Komisi I: Pernyataan Panglima TNI soal 5.000 Senjata Tidak pada Tempatnya

    Komisi I: Pernyataan Panglima TNI soal 5.000 Senjata Tidak pada Tempatnya

    Nasional
    Polisi Gandeng PPATK Telusuri Rekening Pemilik Situs Nikah Siri

    Polisi Gandeng PPATK Telusuri Rekening Pemilik Situs Nikah Siri

    Megapolitan
    'Jangan Sampai PDI-P sebagai Partai Pemerintah Langgar UU karena Dukung Pansus Diperpanjang'

    "Jangan Sampai PDI-P sebagai Partai Pemerintah Langgar UU karena Dukung Pansus Diperpanjang"

    Nasional
    Fahri Hamzah Tak Melihat Panglima TNI Bermanuver Politik

    Fahri Hamzah Tak Melihat Panglima TNI Bermanuver Politik

    Nasional
    Ini Modus Pengusaha Online Shop Hindari Pajak yang Tercium Bea Cukai

    Ini Modus Pengusaha Online Shop Hindari Pajak yang Tercium Bea Cukai

    Megapolitan
     Ini Uang yang Ditemukan Polisi dari Pemilik Situs Nikah Siri

    Ini Uang yang Ditemukan Polisi dari Pemilik Situs Nikah Siri

    Megapolitan
    Tindakan Antisipasi Pemkot Bekasi Tangkal Situs Sejenis Nikahsirri.com

    Tindakan Antisipasi Pemkot Bekasi Tangkal Situs Sejenis Nikahsirri.com

    Megapolitan

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM