Kamis, 24 April 2014

All News

  • "Butuh Waktu Panjang Pulihkan Nama Baik PPP"

    "Butuh Waktu Panjang Pulihkan Nama Baik PPP"

    Dampak buruk drama politik yang terjadi di internal Partai Persatuan Pembangunan tidak akan selesai begitu saja dengan islah. Pemulihan nama baik akan butuh waktu lebih panjang.

  • KPK Didorong Terapkan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Hadi Poernomo

    KPK Didorong Terapkan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Hadi Poernomo

    Komisi Pemberantasan Korupsi diminta untuk mengusut kemungkinan Hadi Poernomo melakukan tindak pidana pencucian uang terkait jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak pada 2002-2004. KPK menetap Hadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengaju

  • Golkar Menunggu "Pertapaan" SBY

    Golkar Menunggu "Pertapaan" SBY

    Partai Golkar hingga kini belum menentukan mitra koalisinya. Salah satu faktornya adalah menunggu manuver yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

  • Atut, Idrus Marham, dan Setya Novanto akan Bersaksi di Sidang Akil

    Atut, Idrus Marham, dan Setya Novanto akan Bersaksi di Sidang Akil

    Sejumlah saksi akan hadir dalam persidangan perkara mantan Ketua MK Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/4/2014). Mereka antara lain Gubernur Banten Atut Chosiyah, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan Bendahara Umum Partai

  • Dikotomi Partai Nasionalis-Islam, Mitos atau Realita?

    Dikotomi Partai Nasionalis-Islam, Mitos atau Realita?

    Dikotomi alias pemisahan antara partai nasionalis dan partai Islam dinilai sejumlah tokoh partai politik hanya mitos. Namun, pengaruh pelabelan ini terhadap massa pemilih diakui terjadi setiap kali pemilu maupun pemilu kepala daerah.

  • Effendi Gazali: Saya Tak Lihat Ujung Konvensi Demokrat

    Effendi Gazali: Saya Tak Lihat Ujung Konvensi Demokrat

    Mantan panitia Konvensi Demokrat, Effendi Gazali mengatakan dia mengundurkan diri dari Komite Konvensi Calon Presiden Demokrat karena tak melihat seperti apa akhir konvensi ini. Tak ada nuansa kontestasi dan evaluasi selama konvensi.

  • Baitul Muslimin PDI-P Kecam Sikap MUI Soal Koalisi Partai Politik

    Baitul Muslimin PDI-P Kecam Sikap MUI Soal Koalisi Partai Politik

    Ketua organisasi masa sayap PDI-P Baitul Muslimin Indonesia, Hamka Haq, menyayangkan sikap Majelis Ulama Indonesia yang ikut menggalang koalisi partai politik berbasis massa Islam untuk bersatu dan mengusung capres sendiri.

  • Mendagri Bantah KPK Geledah Ruangannya

    Mendagri Bantah KPK Geledah Ruangannya

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membantah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangannya. Dia mengatakan para penyidik itu hanya menggeledah ruang Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal

  • Percepatan Muktamar PPP Hadang Suryadharma Lagi

    Percepatan Muktamar PPP Hadang Suryadharma Lagi

    Musyawarah kerja nasional Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) di Bogor, Rabu (23/4/2014), membahas kemungkinan percepatan pelaksanaa Muktamar. Forum muktamar merupakan ajang tertinggi di PPP untuk memilih ketua umum.

  • "Sulit Bangun Koalisi Sendiri, Demokrat Tinggal Berpeluang Merapat ke Golkar"

    "Sulit Bangun Koalisi Sendiri, Demokrat Tinggal Berpeluang Merapat ke Golkar"

    Pengamat politik Boni Hargens berpendapat peluang Partai Demokrat untuk membentuk koalisi sendiri sangat kecil. Dia pun memperkirakan partai ini tinggal berperluang berkoalisi dengan Partai Golkar.

  • Pramono Anung Tunggu 1.000 Puisi Fadli Zon

    Pramono Anung Tunggu 1.000 Puisi Fadli Zon

    Puisi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, memunculkan kontroversi karena isinya yang dinilai sarat sindiran. Namun, politisi PDI-P, Pramono Anung Wibowo, justru menunggu puisi lain Fadli.

  • Rieke: Calon "Pendamping" Jokowi Tak Cukup Cuma Baik

    Rieke: Calon "Pendamping" Jokowi Tak Cukup Cuma Baik

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, hingga sekarang belum menetapkan bakal calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden mereka, Joko Widodo. Namun, orang baik saja dinilai tak cukup untuk kriteria kandidat tersebut.