Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Ikhtiar Kami, Mencari Kebenaran dan Keadilan Bangsa Kami..."

Kompas.com - 22/04/2024, 09:23 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD hadir gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (22/4/2024) pagi untuk mendengarkan sidang putusan sengketa Pilpres 2024.

Salah satu anggota tim kuasa hukum, Maqdir Ismail, yang memimpin doa keberangkatan menuju gedung MK mengucapkan harapan bahwa putusan MK nantinya menjadi kebaikan bagi bangsa.

"Ikhtiar kami mencari kebenaran dan keadilan bagi bangsa kami. Jadikanlah ikhtiar kami di mahkamah konstitusi ini sebagai amal dan kebaikan kami dalam pengabdian kami bagi bangsa ini," ucap Maqdir saat berdoa, di Lobby Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (22/4/2024) pagi.

Selain itu, Maqdir juga berdoa meminta kekuatan dan keteguhan hati dalam menegakkan kebenaran serta keadilan.

Baca juga: Prabowo Tak Hadir Sidang Putusan MK, Jubir: Bekerja Seperti Biasa

Mereka juga berharap, bangsa Indonesia dilindungi dari segala pengaruh buruk.

Doa itu dipanjatkan Maqdir kurang lebih 5 menit dengan diakhiri ucapan "amin".

Sementara itu, ketua tim hukum Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menilai bahwa hari ini merupakan momen yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Dirinya menunggu putusan MK hari ini yang dinilai sangat bersejarah.

"Dan kita punya optimisme untuk mendengarkan putusan yang progresif. Dalam konteks ini, tadi Pak Ganjar sudah mengatakan apapun putusan MK, kita akan respect putusan MK. Kita akan jalankan," ucap Todung.

Baca juga: Janji Taati Putusan MK, Ganjar: Apa Pun Pasti Kita Ikuti

Sesudah itu, mereka pun naik bus Hiba Utama menuju gedung MK pada pukul 07.52 WIB. Bus tersebut adalah bus yang sama mengantar mereka ketika menghadiri sidang perdana sengketa Pilpres 2024, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, setelah melewati proses sidang pemeriksaan, MK akan membacakan putusan perkara sengketa hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024 pada hari ini.

Saat ini terdapat 8 hakim konstitusi yang menangani perkara sengketa hasil Pilpres 2024.

Mereka adalah Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, Arief Hidayat, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, Guntur Hamzah, Ridwan Masyur, dan Arsul Sani.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

SYL Beri Kado Kalung Emas Buat Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila

SYL Beri Kado Kalung Emas Buat Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila

Nasional
Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Nasional
SYL Pesan 'Wine' saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

SYL Pesan "Wine" saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

Nasional
Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Nasional
Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Nasional
Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Nasional
Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Nasional
Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Nasional
Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Nasional
Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Nasional
Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Nasional
Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Nasional
Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Nasional
Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Nasional
Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com