Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo di Depan Investor: Bos Selalu Benar, kalau Salah, Kembali ke Aturan Pertama

Kompas.com - 05/03/2024, 12:34 WIB
Vitorio Mantalean,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Mandiri Investment Forum pada Selasa (5/3/2024) dan berpidato di hadapan para investor dalam dan luar negeri.

Mengawali pidatonya, Prabowo mengakui bahwa mulanya dirinya ragu-ragu untuk menghadiri forum ini.

"Namun, saya mengerti bahwa ini semacam instruksi dari 'bos' saya," kata Prabowo yang adalah pembantu Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju.

Atas alasan itu, ia akhirnya bersedia hadir di forum ini dan menyampaikan banyak pandangan selama sejam lebih.

Baca juga: Jokowi Tunjuk Wapres untuk Gantikan Sementara Tugas Presiden

"Satu hal yang saya pelajari dalam karier saya yang panjang adalah beberapa golden rule," kata Prabowo.

"Golden rule pertama, bos selalu benar. Golden rule kedua, jika dia salah, maka kembali ke aturan pertama. Ketiga, bersyukurlah bahwa dia bosmu," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku bangga dengan performa dan reputasi Bank Mandiri di tingkat dunia.

Bukan hanya bangga karena sesama Indonesia, Prabowo juga mengaku punya pertalian emosi dengan bank yang berdiri sejak 1998 itu berkaitan dengan utang. Calon presiden nomor urut 2 itu menyebut dirinya dulu klien Bank Mandiri.

"Saya pikir, riwayat saya di Bank Mandiri tidak terlalu buruk, ya," kata Prabowo berkelakar.

"Saya membayar 100 persen utang-utang saya," imbuhnya.

Baca juga: Khofifah: Insyaallah Prabowo-Gibran Dilantik Oktober

Sontak, seloroh Prabowo disambut tawa hadirin dan tepuk tangan.

Ia juga mengeklaim bahwa utang-utangnya terhadap Bank Mandiri dilunasi tanpa haircut atau potongan yang membuat Bank Mandiri menerima pelunasan lebih kecil dibandingkan nominal yang dipinjamkan semula.

"Saya pikir, dalam sejarah Indonesia, saya adalah satu dari segelintir orang yang melunasi utang 100 persen," ucap Prabowo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
Mungkinkah Prabowo Pertemukan Jokowi, SBY, dan Megawati dalam Satu Meja?

Mungkinkah Prabowo Pertemukan Jokowi, SBY, dan Megawati dalam Satu Meja?

Nasional
'One Way' Diperpanjang di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

"One Way" Diperpanjang di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

Nasional
Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Nasional
Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Nasional
Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, 'Safety Car' Bakal Kawal Pemudik

Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, "Safety Car" Bakal Kawal Pemudik

Nasional
Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Nasional
Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Nasional
Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Nasional
OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

Nasional
Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Nasional
Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Nasional
Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Nasional
Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com