Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pertamina Patra Niaga Terima 57 Penghargaan Nasional Indonesia Green Award 2024

Kompas.com - 22/01/2024, 16:17 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setelah menorehkan catatan praktik green economy atau ekonomi hijau yang baik pada 2023, Pertamina Patra Niaga memulai 2024 dengan menerima 57 penghargaan nasional pada ajang Indonesia Green Award ke-15.

Indonesia Green Award diinisiasi sejak 2009 oleh La Tofi School of Social Responsibility.

Ajang ini diselenggarakan untuk mendorong perusahaan-perusahaan nasional melakukan pekerjaan dengan tetap menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat.

Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi mengatakan, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta serta para tokoh berpengaruh untuk menjaga bumi dengan tangannya untuk berangsur pulih. 

Dengan begitu, umat manusia bisa bernapas menghirup oksigen gratis dan berlimpah. 

Baca juga: Di Pameran Wisata Belanda, Pertamina Pamerkan Desa Wisata Binaan dan Produk-produk UMKM Unggulan

“Bencana alam pun akan berkurang. Kita perlu kolaborasi terus menerus untuk melahirkan inovasi dalam konservasi alam," katanya dalam acara penganugerahan IGA 2024 beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan, penghargaan Indonesia Green Awards 2024 memperlihatkan kompetensi Pertamina Patra Niaga sebagai mitra penyedia energi di Indonesia sekaligus menerapkan bisnis dengan lebih ramah lingkungan. 

“Peran Pertamina Patra Niaga jelas, menjadi solusi energi masyarakat dan mitranya, sekaligus menjalankan praktik bisnis ekonomi hijau dengan mengelola lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar,” terangnya.

Pertamina Patra Niaga memulai 2024 dengan menerima 57 Penghargaan Nasional dalam ajang Indonesia Green Award ke-15 2024.
DOK. Humas Pertamina Pertamina Patra Niaga memulai 2024 dengan menerima 57 Penghargaan Nasional dalam ajang Indonesia Green Award ke-15 2024.

Lebih lanjut, Riva mengapresiasi La Tofi School of Social Responsibility yang telah memberikan penghargaan tersebut kepada unit operasi Pertamina Patra Niaga. 

Dia juga bangga dengan seluruh pemenang yang berhasil menjalankan layanan menyalurkan energi dengan baik dan tetap berperan besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca juga: Punya Standar Baru, Pertamina Patra Niaga Jadikan SPBU sebagai One Stop Service yang Nyaman

“Saya bangga dan sangat berterima kasih kepada seluruh pekerja yang telah mengambil peran besar,” ungkapnya. 

Riva mengatakan, penghargaan itu menjadi dorongan, standar, dan acuan yang komprehensif bagi seluruh unit lokasi lainnya.

“Ini dilakukan dalam rangka memberikan kontribusi positif kepada lingkungan dan masyarakat sekitar, serta tetap menjaga kelancaran aspek operasional di lapangan,” ujarnya.

Adapun 57 program yang menerima penghargaan yang diterima pada 2024 tersebar di seluruh regional Pertamina Patra Niaga. 

Regional Sumatera Bagian Utara menerima delapan program, Sumatera Bagian Selatan menerima lima program, Jawa Bagian Barat menerima delapan program, dan Jawa Bagian Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima delapan program. 

Baca juga: BPK Serahkan Hasil Audit Kasus LNG Pertamina ke KPK, Dugaan Kerugian Negara Rp 1,77 Triliun

Kemudian, Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menerima sepuluh program, Kalimantan menerima delapan program, Sulawesi menerima enam program, dan Regional Papua Maluku menerima lima program.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 17 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Putusan MA Bisa Dikonfirmasi Buka Jalan bagi Anak Jokowi jika Kaesang Maju Pilkada, Terutama di Jakarta

Nasional
KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

KPK Ungkap Ada Pihak Kembalikan Uang ke PT SCC

Nasional
Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Gubernur BI: Tren Inflasi Indonesia 10 Tahun Terakhir Menurun dan Terkendali Rendah

Nasional
Muhadjir: Tak Semua Korban Judi 'Online' Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Muhadjir: Tak Semua Korban Judi "Online" Bisa Terima Bansos, Itu Pun Baru Usulan Pribadi

Nasional
WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

WNI yang Dikabarkan Hilang di Jepang Ditemukan, KJRI Cari Kontak Keluarga

Nasional
Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Indonesia-Finlandia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Energi

Nasional
Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Anies Maju Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil-Kaesang Dinilai Bisa Jadi Lawan yang Cukup Berat

Nasional
Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Majelis Syariah PPP Ingatkan Semangat Merangkul Mbah Moen

Nasional
Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Bus Jemaah Haji Indonesia Telat Menjemput, Cak Imin: Ini Harus Jadi Perhatian Kita Semua

Nasional
KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

KPK Dalami Informasi Terkait Harun Masiku dari Pemeriksaan Hasto

Nasional
Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Ini Jadwal Lontar Jumrah Jemaah Haji Indonesia, Ada Waktu Larangan

Nasional
Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Kepada Para Jemaah Haji, Cak Imin Minta Mereka Bantu Doakan Indonesia

Nasional
Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Panglima TNI Ungkap Cerita Para Prajurit yang Hampir Putus Asa Jelang Terjunkan Bantuan Airdrop di Gaza

Nasional
Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Ponsel Hasto dan Buku Penting PDI-P Disita KPK, Masinton: Dewas Harus Periksa Penyidiknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com