Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nonton Piala Dunia U-17, Anies Senang JIS Bisa Digunakan untuk Laga Internasional

Kompas.com - 25/11/2023, 07:08 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku senang Jakarta Internasional Stadium (JIS) dapat digunakan untuk Piala Dunia U-17.

Hal itu dia sampaikan usai menonton laga perempat final Piala Dunia U-17 antara Brazil melawan Argentina.

"Saya senang sekali pertandingannya bagus, kita menikmati kualitas pertandingan yang keren, dan kedua saya senang sekali bahwa di sini (JIS) bisa dipakai untuk sebuah laga berskala internasional," ucap Anies saat ditemui di JIS, Jakarta Utara, Jumat (24/11/2023).

Anies mengatakan, stadion megah berkapasitas 82.000 penonton itu dibuat oleh anak bangsa dan menjadi fasilitas berstandar internasional.

Baca juga: Anies Nonton Piala Dunia U17 Brasil Vs Argentina, Jawab soal Lapangan JIS Tergenang

"Yang kita sanksikan malam hari dipakai dengan optimal jadi saya senang," tuturnya.

Anies juga menyebut, menikmati laga yang tersaji meskipun tim jagoannya, Brazil harus tunduk dari Argentina dengan skor 3-0.

"Favorit saya dari kecil itu memang Brazil, jadi dari tadi juga berharap Brazil (menang, eh nol dicukur sama Argentina, ah kita nikmati saja," tuturnya.

Baca juga: Momen Anies Bersama Keluarga Nonton Piala Dunia U-17 di JIS

Pantauan Kompas.com, Anies yang mengenakan kemeja cokelat itu menonton pertandingan Piala Dunia U-17 di JIS bersama istrinya, Ferry Farhati dan anak bungsunya Ismail Hakim Baswedan.

Anies terlihat duduk membaur bersama para penonton.

Usai laga, Anies sempat dikerubungi penonton yang ingin berfoto bersama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem 'Mualaf Oposisi'

Refly Harun Anggap PKB dan Nasdem "Mualaf Oposisi"

Nasional
Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi 'King Maker'

Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi "King Maker"

Nasional
Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Nasional
Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Nasional
Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Nasional
Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Nasional
Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Nasional
Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Nasional
Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Nasional
UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

Nasional
Jemaah Haji Tak Punya 'Smart Card' Terancam Deportasi dan Denda

Jemaah Haji Tak Punya "Smart Card" Terancam Deportasi dan Denda

Nasional
Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Nasional
Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Nasional
Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com