Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Voting Kostum Kampanyenya, Ganjar Bilang Banyak yang Suka Baju Hitam

Kompas.com - 28/10/2023, 18:26 WIB
Ardito Ramadhan,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon presiden, Ganjar Pranowo mengatakan, banyak orang yang lebih suka apabila ia mengenakan baju warna hitam.

Hal ini ia sampaikan merespons pertanyaan mengenai jajak pendapat yang digelar untuk menentukan baju yang akan ia kenakan selama berkampanye kelak.

"Ada banyak yang (pendapat) masuk tapi kok ternyata katanya lebih banyak suka saya pakai baju hitam, baju hitam," kata Ganjar di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Baca juga: Soal Roasting Kiky Saputri, Ganjar: Jangan Di-cut Dong, Kemarin Kurang Keras

Kendati demikian, Ganjar juga mengakui bahwa baju warna hitam bukan tanpa cela apabila dijadikan sebagai seragam kampanyenya.

"Ada juga sih yang WA (WhatsApp) ke saya, kalau pakai baju hitam minusnya ini, dia kayaknya dulu sekolah model sih," kata Ganjar.

Sementara itu, Ganjar menyebutkan bahwa pihaknya belum menentukan akronim Ganjar-Mahfud MD yang akan digunakan selama masa kampanye.


Sejauh ini, ada beberapa akronim dan singkatan yang jadi pertimbangan, yaitu GM, GaMa, dan GoFud.

"Nanti biar disiapkan oleh teman-teman, saya dan Pak Mahfud sebagai manten sekarang tugasnya berkeliling untuk menyapa masyarakat dan mensosialisasikan program," kata dia.

Baca juga: Setelah Didukung Yenny Wahid, Ganjar Ingin Khofifah dan Ridwan Kamil Gabung Tim Pemenangan

Ganjar membuat jajak pendapat melalui situs pilihbajuganjar.com hingga 27 Oktober 2023 untuk menentukan baju yang akan ia kenakan selama berkampanye kelak.

Padahal, Ganjar sebelumnya pernah mengumumkan baju kemeja dengan motif garis hitam putih sebagai kostum yang ia kenakan dalam masa kampanye nanti.

Ganjar saat itu mengungkapkan bahwa baju motif garis-garis itu didesain oleh Presiden Joko Widodo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Unsur Pemerintah Dominasi Pansel Capim KPK, ICW: Timbul Dugaan Cawe-Cawe

Unsur Pemerintah Dominasi Pansel Capim KPK, ICW: Timbul Dugaan Cawe-Cawe

Nasional
Jokowi Beri Sinyal Lanjutkan Bantuan Pangan, Diumumkan Bulan Juni

Jokowi Beri Sinyal Lanjutkan Bantuan Pangan, Diumumkan Bulan Juni

Nasional
Hati-hati, 'Drone' Bisa Dipakai untuk Intai Polisi hingga Jatuhkan Peledak

Hati-hati, "Drone" Bisa Dipakai untuk Intai Polisi hingga Jatuhkan Peledak

Nasional
KPK Harap Pansel Capim Aktif Serap Masukan Masyarakat

KPK Harap Pansel Capim Aktif Serap Masukan Masyarakat

Nasional
KY Diminta Turun Tangan Usai MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah

KY Diminta Turun Tangan Usai MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah

Nasional
2 Koordinator Jemaah Pemegang Visa Non-haji Ditahan, Terancam Denda 50.000 Riyal

2 Koordinator Jemaah Pemegang Visa Non-haji Ditahan, Terancam Denda 50.000 Riyal

Nasional
Alex Marwata Sayangkan Tak Ada Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota Pansel

Alex Marwata Sayangkan Tak Ada Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota Pansel

Nasional
Jokowi Tanggapi Putusan MA yang Buka Jalan Kaesang Maju Pilkada

Jokowi Tanggapi Putusan MA yang Buka Jalan Kaesang Maju Pilkada

Nasional
Jelang Idul Adha, Satgas Polri Pastikan Stok Beras di Sumatera Selatan Aman

Jelang Idul Adha, Satgas Polri Pastikan Stok Beras di Sumatera Selatan Aman

Nasional
Gerindra Sebut Poster Budi Djiwandono-Kaesang Bentuk Aspirasi Rakyat

Gerindra Sebut Poster Budi Djiwandono-Kaesang Bentuk Aspirasi Rakyat

Nasional
Putusan MA Dicurigai Muluskan Jalan Kaesang, PDI-P: Jangan Mengada-ada

Putusan MA Dicurigai Muluskan Jalan Kaesang, PDI-P: Jangan Mengada-ada

Nasional
Dua DPO Kasus “Vina Cirebon” Dihapus, Polri: Buktinya Belum Cukup, Saksi Fiktif

Dua DPO Kasus “Vina Cirebon” Dihapus, Polri: Buktinya Belum Cukup, Saksi Fiktif

Nasional
Politikus PDI-P Sebut Wacana Duet Anies-Ahok Telah Gembos

Politikus PDI-P Sebut Wacana Duet Anies-Ahok Telah Gembos

Nasional
Hari Ke-19 Keberangkatan Haji, 131.513 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 24 Wafat

Hari Ke-19 Keberangkatan Haji, 131.513 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 24 Wafat

Nasional
Singgung Putusan MK, Pengamat Nilai Putusan MA Ubah Aturan Batas Usia Calon Kepala Daerah Bernuansa Politik

Singgung Putusan MK, Pengamat Nilai Putusan MA Ubah Aturan Batas Usia Calon Kepala Daerah Bernuansa Politik

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com