Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Joseph Osdar
Kolumnis

Mantan wartawan harian Kompas. Kolumnis 

Bencana di Masa Rezim Ini

Kompas.com - 07/03/2023, 05:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Namun upaya pencegahan itu tidak ada. Menurutnya, yang terjadi adalah pembiaran terhadap potensi berbahaya.

Di bagian lain bukunya, Ridwan Saidi mengatakan reaksi pemerintah terhadap berbagai bencana bagaikan burung hantu. Ia muncul pada malam hari setelah semua terjadi pada siang hari. Pemerintah bertindak setelah semua terjadi. Antisipasi kurang ada.

Untuk saat ini, coba liat bencana atau tragedi Depo Pertamina Plumpang. Setelah kejadian baru muncul pejabat terkait dengan sejuta pernyataan solusi yang diviral bagaikan sinetron.

Ridwan Saidi dalam bukunya mengambil analisa sosiologis Erving Goffman (sosiolog ternama abad ke 20), mencatat tingkah polah kelompok manusia yang dikaitkan dengan alam lingkungan.

Ada kelompok elite politik dan elite pemerintah yang datang ke tempat kejadian bencana dengan wajah sedih, murung, tapi sebenarnya mereka sedang melakukan adegan sinetron. Mereka datang untuk membangun citra demi mendapatkan kekuasaan.

Ridwan Saidi menulis bukunya 15 tahun lalu. Memang gambaran di masa lalu. Tapi almarhum P. Swantoro (mantan salah satu pemimpin Harian Kompas) menulis sebuah buku dengan judul “Masa Lalu Selalu Aktual”.

Berita wafatnya sejarahwan Betawi, Ridwan Saidi pada usia 80 tahun dimuat di majalah Tempo 2 – 8 Januari 2022 (halaman 10).

Di majalah yang sama juga ada tulisan “Kaleidoskop 2022: Tahun Drama, Tahun Bencana” (halaman 34). Awal artikel ini diawali dengan kalimat seperti berikut.

Pandemi covid-19 melandai, tapi 2022 pergi menyisakan banyak drama, sehimpun bencana. Pembunuhan Brigadir Yosua, tragedi Kanjuruhan, gagal ginjal akut, terbongkarnya penyelewengan dana bantuan, imbas perang Rusia – Ukraina, konflik Papua yang tak kunjung sudah, drama politik perpanjangan masa jabatan presiden, hingga pelbagai bencana hidrometeorolgi akibat krisis iklim”. Demikian kalimat di majalah Tempo halaman 34 dan 35, terbitan 2 – 8 Januari 2023.

Delapan hari kemudian di majalah ini, Tempo terbitan 16 – 22 Januari 2023, dimuat artikel di rubrik opini berjudul “Warisan Pasal Perusak Lingkungan”.

Di bagian awal artikel ini tertulis “Dalam urusan merusak lingkungan dengan cara legal, pemerintah Joko Widodo boleh disebut jagonya.” Maaf ini hanya kalimat cuplikan dari artikel panjang.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Nasional
Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Nasional
[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

Nasional
Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 11 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 11 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Demokrat Anggap Rencana Prabowo Tambah Kementerian Sah Saja, asal...

Demokrat Anggap Rencana Prabowo Tambah Kementerian Sah Saja, asal...

Nasional
Indonesia Digital Test House Diresmikan, Jokowi: Super Modern dan Sangat Bagus

Indonesia Digital Test House Diresmikan, Jokowi: Super Modern dan Sangat Bagus

Nasional
Menko Polhukam Harap Perpres 'Publisher Rights' Bisa Wujudkan Jurnalisme Berkualitas

Menko Polhukam Harap Perpres "Publisher Rights" Bisa Wujudkan Jurnalisme Berkualitas

Nasional
Saksi Sebut Kementan Beri Rp 5 Miliar ke Auditor BPK untuk Status WTP

Saksi Sebut Kementan Beri Rp 5 Miliar ke Auditor BPK untuk Status WTP

Nasional
Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU Jadi Prioritas DKPP, Sidang Digelar Bulan Ini

Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU Jadi Prioritas DKPP, Sidang Digelar Bulan Ini

Nasional
Gubernur Maluku Utara Nonaktif Diduga Cuci Uang Sampai Rp 100 Miliar Lebih

Gubernur Maluku Utara Nonaktif Diduga Cuci Uang Sampai Rp 100 Miliar Lebih

Nasional
Cycling de Jabar Segera Digelar di Rute Anyar 213 Km, Total Hadiah Capai Rp 240 Juta

Cycling de Jabar Segera Digelar di Rute Anyar 213 Km, Total Hadiah Capai Rp 240 Juta

Nasional
Hindari Konflik TNI-Polri, Sekjen Kemenhan Sarankan Kegiatan Integratif

Hindari Konflik TNI-Polri, Sekjen Kemenhan Sarankan Kegiatan Integratif

Nasional
KPK Tetapkan Gubernur Nonaktif Maluku Utara Tersangka TPPU

KPK Tetapkan Gubernur Nonaktif Maluku Utara Tersangka TPPU

Nasional
Soal Kemungkinan Duduki Jabatan di DPP PDI-P, Ganjar: Itu Urusan Ketua Umum

Soal Kemungkinan Duduki Jabatan di DPP PDI-P, Ganjar: Itu Urusan Ketua Umum

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com