JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Andi Gani Nena Wea mengatakan, pihaknya tetap yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet dalam waktu dekat.
Menurutnya, hal tersebut berdasarkan penilaian Presiden terhadap kinerja para menterinya.
"Iya (dalam waktu dekat) yakin," ujar Andi Gani saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (2/2/2023).
"Presiden mempunyai hak prerogatif untuk menilai kinerja menterinya," katanya melanjutkan.
Baca juga: Tak Ada Reshuffle Rabu Pon, Pengamat Nilai Jokowi Ambil Jalan Kesejukan
Saat disinggung soal reshuffle Rabu Pon yang urung dilakukan Presiden Jokowi, Andi Gani menduga ada pertimbangan politik di baliknya.
Selain itu, perkembangan terbaru koalisi diduga turut berpengaruh.
Namun, Andi Gani yakin Jokowi tetap akan kembali merombak Kabinet Indonesia Maju.
"Menurut saya, ada pertimbangan politik yang sangat dinamis. Dan ada perkembangan baru mengenai koalisi. Jika saya ditanya apakah yakin ada reshuffle? Saya yakin Presiden akan melakukan perombakan kabinet," ujarnya.
Baca juga: Golkar Klaim Tak Bahas soal Reshuffle dengan Surya Paloh
Sebagaimana diketahui, publik telah menantikan apakah Presiden Jokowi akan kembali mengumumkan adanya reshuffle pada Rabu Pon (1/2/2023) kemarin.
Sebab, sebagaimana sebelumnya, Jokowi beberapa kali mengumumkan perombakan kabinet di hari Rabu Pon.
Namun, tidak ada pengumuman perombakan kabinet pada Rabu kemarin.
Kegiatan Presiden Jokowi pada Rabu pagi adalah membuka Mandiri Investment Forum.
Usai membuka Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Presiden Jokowi sempat kembali ditanya oleh wartawan soal kepastian perombakan kabinet pada Rabu Pon.
Baca juga: Belum Ada Reshuffle Kabinet Hari Ini, Golkar: Presiden Tak Ingin Ada Kegaduhan
Namun, Presiden Jokowi tak memberikan jawaban secara tegas.
"Saya udah sampaikan kan kemarin. Tadi malem sudah saya sampaikan. Yang jelas hari ini Rabu Pon," ujar Jokowi.
Setelah itu, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari mantan Wali Kota Solo itu soal rencana reshuffle.
Pada Rabu siang, Presiden Jokowi melakukan kegiatan internal di Istana Kepresidenan Jakarta.
Lalu, pada Rabu sore, Presiden Jokowi berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk bertolak ke Bali.
Presiden Jokowi menuju Kabupaten Badung, Bali, untuk kunjungan kerja. Presiden dijadwalkan berada di Bali hingga Kamis.
Baca juga: Jokowi Berangkat ke Bali, Bagaimana Nasib Reshuffle Rabu Pon ?
Menurut Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono, Presiden Jokowi diduga tidak menginginkan adanya kegaduhan yang timbul akibat reshuffle atau perombakan kabinet.
Oleh karena itu, hingga saat ini, reshuffle masih belum dilakukan oleh Jokowi.
Padahal, isu reshuffle kabinet pada Rabu Pon terus berembus.
"Sampai saat ini tidak ada reshuffle, walau ramai di media. Tapi, Presiden masih tidak ingin ada kegaduhan yang bikin ketidakstabilan, sehingga berpotensi mengganggu pemerintahan sehingga berdampak pada objektivitas pembangunan," ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu.
Dave mengatakan, di sisa masa jabatan pemerintahan periode ini, Jokowi masih harus fokus terhadap banyak hal.
Di antaranya, pembangunan-pembangunan strategis nasional, penyelesaian Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga pemulihan dari Covid-19.
"Dan bilamana ada menteri yang tak sesuai sejalan dengan target pemerintahan, nah itu mungkin ada pertimbangan sendiri," kata Dave.
Baca juga: Kembali Ditanya soal Kepastian Reshuffle Rabu Ini, Jokowi: Yang Jelas Hari Ini Rabu Pon
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.