Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 11:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo, terlihat sempat menggelengkan kepala ketika jaksa penuntut umum (JPU) memutar rekaman kamera CCTV yang menunjukkan kedatangannya di tempat kejadian perkara pada 8 Juli 2022.

Tim JPU memutar rekaman kamera CCTV atas permintaan Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa, dalam persidangan Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Hakim Wahyu sempat menanyakan kepada mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKPB Ridwan Rhekynellson Soplanit yang hadir sebagai saksi dalam sidang mengenai rekaman kamera CCTV itu.

Baca juga: Sidang Kasus Brigadir J Hari Ini: Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf Bakal Beri Kesaksian

"Saudara saksi Ridwan mengenali kamera CCTV ini ada di mana?" tanya Hakim Wahyu.

"Ini yang di lapangan basket Yang Mulia. Di pertigaan," kata Ridwan.

Hakim Wahyu juga menanyakan lokasi rumah Ridwan yang disebut bersebelahan dengan rumah dinas Sambo yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Yosua.

"Rumah saudara saksi di sebelah mana?" tanya Hakim Wahyu.

"Itu yang pagar hitam Yang Mulia. Yang ada mobil putih," ujar Ridwan.

Rekaman kamera CCTV itu memperlihatkan kedatangan Putri dan Yosua di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara 1 Nomor 46, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Saat Eliezers Angels Setia Temani Bharada E Jalani Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J

Dalam rekaman itu terlihat Putri beserta Yosua turun dari mobil Lexus LM 350. Kendaraan itu kemudian diparkir di sisi samping rumah.

Setelah itu jaksa penuntut umum mempercepat tayangan rekaman kamera CCTV untuk memperlihatkan kedatangan Ferdy Sambo yang menggunakan sebuah kendaraan Toyota Land Cruiser yang dikawal dengan ajudan dengan sepeda motor besar.

Sambo tiba beberapa menit kemudian setelah sang istri masuk ke dalam rumah.

Akan tetapi, sorotan kamera CCTV tidak memperlihatkan saat Sambo turun dari mobil itu karena dia turun dari sebelah kiri. Sementara kamera CCTV menyorot dari sebelah kanan mobil.

Saat itu mobil yang ditumpangi Sambo terlihat berhenti di pertigaan. Sedangkan salah satu ajudannya, Adzan Romer, menunggu di belakang mobil.

Baca juga: Hakim Minta 2 Jenderal Bawahan Ferdy Sambo Dihadirkan ke Sidang, Benny Ali dan Hendra Kurniawan

Tidak lama kemudian, dalam rekaman itu Adzan Romer terlihat berlari menghampiri mobil, yang diduga karena Ferdy Sambo menjatuhkan sebuah senjata api.

Di dalam surat dakwaan disebutkan saat itu Romer hendak membantu mengambilkan senjata api yang terjatuh itu, tetapi tidak diperbolehkan oleh Sambo.

Kemudian, di dalam rekaman itu terlihat mobil Toyota Land Cruiser yang ditumpangi Sambo mundur dan diparkir di depan gerbang garasi.

Di dalam rekaman itu tidak terlihat jelas apakah Ferdy Sambo sudah menggunakan sarung tangan atau tidak saat turun dari mobilnya.

Baca juga: Penyesalan Ferdy Sambo dan Kekecewaan Anak Buah yang Ikut Dikorbankan

Saat itu hanya terlihat Ferdy Sambo berjalan menuju rumah dan masuk dari pintu samping melewati garasi. Sedangkan Romer terlihat berjalan di belakang Sambo.

Sambo yang duduk di samping kuasa hukumnya saat sidang terlihat menggelengkan kepala 3 kali ketika diperlihatkan rekaman kamera CCTV mengenai detik-detik kedatangannya ke TKP pembunuhan Yosua.

Dalam rekaman itu terlihat Yosua tertangkap kamera CCTV sedang berdiri di halaman rumah sebelum dipanggil untuk masuk.

Sedangkan anggota tim kuasa hukum Ferdy Sambo terlihat merekam penayangan rekaman kamera CCTV itu menggunakan ponsel dalam persidangan.

Sambo juga sempat diperlihatkan rekaman kamera CCTV itu yang direkam sang kuasa hukum, Arman Hanis, dalam persidangan.

Baca juga: Mata Berkaca-kaca, Ferdy Sambo: Adik-adik Ini Enggak Salah, Saya yang Salah

Sedangkan Putri hanya menatap layar proyektor dan sesekali berbicara kepada kuasa hukumnya saat diperlihatkan rekaman kamera CCTV itu.

Dalam persidangan sebelumnya, Adzan Romer mengaku melihat Ferdy Sambo sudah mengenakan sarung tangan warna hitam saat turun dari mobil.

Akan tetapi, dari rekaman CCTV tidak terlihat jelas apakah Ferdy Sambo benar-benar mengenakan sarung tangan.

Hanya saja dalam rekaman CCTV itu terlihat Ferdy Sambo merogoh saku celana sebelah kanan sambil berjalan ke dalam rumah.

Baca juga: Ungkap Alasan Ikuti Perintah Sambo, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel: Takut Dicopot

Kuasa hukum Ferdy Sambo juga menyatakan rekaman kamera CCTV itu membantah keterangan Romer yang menyatakan kliennya sudah mengenakan sarung tangan sebelum masuk ke rumah dinas itu sebagai bagian dari perencanaan pembunuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duplik Bharada E: Loyalitas ke Ferdy Sambo Bukan Niat Jahat

Duplik Bharada E: Loyalitas ke Ferdy Sambo Bukan Niat Jahat

Nasional
Update 2 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 248 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.537

Update 2 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 248 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.537

Nasional
Panglima Yudo: Keseluruhan Papua Aman, tapi Ada Pembakaran Sekolah hingga Penembakan Pesawat

Panglima Yudo: Keseluruhan Papua Aman, tapi Ada Pembakaran Sekolah hingga Penembakan Pesawat

Nasional
Terima Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan, AHY: 3 Partai Solid

Terima Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan, AHY: 3 Partai Solid

Nasional
Gerindra: Kami Ingin Koalisi Besar Tak Hanya dengan PKB

Gerindra: Kami Ingin Koalisi Besar Tak Hanya dengan PKB

Nasional
Pengamat Sebut Mungkin Saja Airlangga-Anies Dipasangkan, tapi...

Pengamat Sebut Mungkin Saja Airlangga-Anies Dipasangkan, tapi...

Nasional
Itjen Kemenag Minta Masyarakat Lapor jika Ada Kecurangan Seleksi Petugas Haji

Itjen Kemenag Minta Masyarakat Lapor jika Ada Kecurangan Seleksi Petugas Haji

Nasional
Jelang Vonis, Hakim Diharap Pertimbangkan Peran JC Bharada E

Jelang Vonis, Hakim Diharap Pertimbangkan Peran JC Bharada E

Nasional
Relawan Tetap Yakin Jokowi Bakal Lakukan 'Reshuffle' dalam Waktu Dekat

Relawan Tetap Yakin Jokowi Bakal Lakukan "Reshuffle" dalam Waktu Dekat

Nasional
Romo Magnis: Bharada E Orang Kecil, Tak Bisa Bantah Perintah Sambo

Romo Magnis: Bharada E Orang Kecil, Tak Bisa Bantah Perintah Sambo

Nasional
Soal Rencana Revisi UU Desa, Pimpinan Komisi II: Jangan Terjebak Topik Kecil dan Berdebat di Situ

Soal Rencana Revisi UU Desa, Pimpinan Komisi II: Jangan Terjebak Topik Kecil dan Berdebat di Situ

Nasional
Panglima TNI Tak Masalah Rapat dengan Komisi I Tanpa KSAD Dudung

Panglima TNI Tak Masalah Rapat dengan Komisi I Tanpa KSAD Dudung

Nasional
ICJR Tegaskan Bharada E Berhak Atas Keringanan Hukuman Sesuai UU

ICJR Tegaskan Bharada E Berhak Atas Keringanan Hukuman Sesuai UU

Nasional
Orangtua Bharada E Akan Hadiri Sidang Vonis Anaknya pada 15 Februari

Orangtua Bharada E Akan Hadiri Sidang Vonis Anaknya pada 15 Februari

Nasional
Anggota Komisi VII Pertanyakan Tata Cara Penetapan HGBT dalam Permen ESDM

Anggota Komisi VII Pertanyakan Tata Cara Penetapan HGBT dalam Permen ESDM

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.