Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Hadiri Rangkaian HUT Nasdem di JCC, Langsung Diserbu Kader untuk "Selfie"

Kompas.com - 10/11/2022, 10:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Nasdem yang ke-11 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pagi ini.

Kedatangan Anies langsung disambut oleh para kader Nasdem yang mengajaknya selfie atau berswafoto.

Pantauan Kompas.com, Kamis (10/11/2022), Anies tiba di JCC sekitar pukul 09.33 WIB. Anies disambut oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

Baca juga: Jika Bukan Anies Lawannya, Megawati Diyakini Pilih Puan Jadi Capres

Anies yang menggunakan setelan batik berwarna abu-abu itu langsung masuk ke dalam Gedung JCC.

Sambil berjalan, para kader turut menyambut kedatangan calon presiden (capres) yang diusung oleh Nasdem itu.

Mereka berebutan untuk selfie bersama Anies. Anies tampak tersenyum dan melayani permintaan selfie mereka.

Saat ditanya mengenai kedatangannya, Anies hanya menjawab kabar dirinya baik.

"Baik, alhamdulillah," ucap Anies.

Baca juga: Nasdem: Kalau Keputusan Pilih Anies Salah, Biarlah Rakyat yang Menghukum

Adapun hari ulang tahun Nasdem sendiri jatuh pada 11 November 2022 besok.

Diketahui, Partai Nasdem tidak mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke acara perayaan HUT Nasdem.

Selain Jokowi, Nasdem juga tidak mengundang mitra koalisi seperti Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Nasdem: Kalau Keputusan Pilih Anies Salah, Biarlah Rakyat yang Menghukum

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali membeberkan alasan pihaknya tidak mengundang Jokowi hingga partai politik lain. Dia menyebut tidak ada pihak eksternal yang diundang ke HUT Nasdem.

"Enggak. Ini ulang tahun yang dilakukan secara internal seluruh Indonesia. Seluruh DPD se-Indonesia akan tersambung secara daring," ujar Ali saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2022).

Ali menjelaskan, Nasdem sengaja tidak merayakan acara ulang tahun secara besar-besaran. Nasdem memilih merayakan HUT secara sederhana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Jebloskan Hakim Itong ke Lapas Surabaya

KPK Jebloskan Hakim Itong ke Lapas Surabaya

Nasional
Skor Indeks Persepsi Korupsi Merosot ke 34 Poin, ICW Sebut Indonesia Layak Dikategorikan Negara Korup

Skor Indeks Persepsi Korupsi Merosot ke 34 Poin, ICW Sebut Indonesia Layak Dikategorikan Negara Korup

Nasional
Komisi I DPR Selesai Gelar 'Fit and Proper Test' 13 Calon Dubes, Hasilnya Rahasia

Komisi I DPR Selesai Gelar "Fit and Proper Test" 13 Calon Dubes, Hasilnya Rahasia

Nasional
Temui Mahasiswa di Turkiye, Prabowo Minta Mereka Bangga Bawa Nama Indonesia

Temui Mahasiswa di Turkiye, Prabowo Minta Mereka Bangga Bawa Nama Indonesia

Nasional
Golkar Klaim Tak Bahas soal 'Reshuffle' dengan Surya Paloh

Golkar Klaim Tak Bahas soal "Reshuffle" dengan Surya Paloh

Nasional
Manuver Nasdem ke Golkar Dinilai untuk Jaga Hubungan dengan Istana

Manuver Nasdem ke Golkar Dinilai untuk Jaga Hubungan dengan Istana

Nasional
Surya Paloh Temui Ketum Golkar, Demokrat Sebut Itu Arti Keterbukaan Koalisi Perubahan

Surya Paloh Temui Ketum Golkar, Demokrat Sebut Itu Arti Keterbukaan Koalisi Perubahan

Nasional
KPK Sebut Benturan Kepentingan Pengusaha-Pejabat Jadi Faktor Tingginya Korupsi Politik

KPK Sebut Benturan Kepentingan Pengusaha-Pejabat Jadi Faktor Tingginya Korupsi Politik

Nasional
Jika Jabatan Gubernur Dihapus, Beban Pemerintah Pusat Dikhawatirkan Membengkak, Pengawasan Melemah

Jika Jabatan Gubernur Dihapus, Beban Pemerintah Pusat Dikhawatirkan Membengkak, Pengawasan Melemah

Nasional
Golkar: Tak Ada Pembahasan Pasangkan Airlangga-Anies dalam Pertemuan dengan Surya Paloh

Golkar: Tak Ada Pembahasan Pasangkan Airlangga-Anies dalam Pertemuan dengan Surya Paloh

Nasional
Korupsi Politik Tinggi Bakal Buat Investor Enggan Melirik Indonesia

Korupsi Politik Tinggi Bakal Buat Investor Enggan Melirik Indonesia

Nasional
Belum Ada 'Reshuffle' Kabinet Hari Ini, Golkar: Presiden Tak Ingin Ada Kegaduhan

Belum Ada "Reshuffle" Kabinet Hari Ini, Golkar: Presiden Tak Ingin Ada Kegaduhan

Nasional
Surya Paloh Buka Peluang Nasdem Gabung KIB, PKS Sebut Peluang Golkar ke Koalisi Perubahan Lebih Besar

Surya Paloh Buka Peluang Nasdem Gabung KIB, PKS Sebut Peluang Golkar ke Koalisi Perubahan Lebih Besar

Nasional
Indeks Korupsi Indonesia Melorot, Strategi Pencegahan Dinilai Tak Efektif

Indeks Korupsi Indonesia Melorot, Strategi Pencegahan Dinilai Tak Efektif

Nasional
Kapolri Akui Anggotanya Masih Minim Pengetahuan Soal Pengamanan Pertandingan Sepak Bola

Kapolri Akui Anggotanya Masih Minim Pengetahuan Soal Pengamanan Pertandingan Sepak Bola

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.