Kompas.com - 22/09/2022, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga kesehatan yang tergabung dalam Dewan Pengurus Nasional Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non-Nakes Indonesia (DPN FKHN Indonesia) mengeluhkan masalah pengangkatan status honorer ke Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis (22/9/2022).

Kepada pihak KSP, para nakes meminta pemerintah memprioritaskan tenaga kerja maupun non-tenaga kerja yang bekerja di fasilitas kesehatan mendapat prioritas dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: KSP Dorong Proses Peradilan Kasus Painai Terbuka dan Objektif

"Poin tuntutan kami adalah pemerintah membuatkan PP khusus yang mengatur nakes dan non-nakes yang bekerja di faskes dan yang statusnya masih non-ASN agar mendapatkan prioritas dalam rekrutmen ASN yang dibuka oleh Kemenpan-RB," kata Ketua FKHN Indonesia Sefri Latifan dalam siaran pers.

Sefri menuturkan, pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir merupakan masa-masa yang berat bagi tenaga kesehatan sehingga ia berharap pemerintah mengangkat mereka menjadi ASN.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tak Ada Penghapusan Listrik Daya 450 VA, KSP: Masyarakat Tak Perlu Resah

"Tidak sedikit teman-teman nakes ini kehilangan anggota keluarganya. Semoga ada kebijakan dari pemerintah untuk mengangkat kami menjadi tenaga ASN," ujar Sefri.

Merespons keluhan tersebut, Tenaga Ahli KSP Ngatoilah mengatakan, pemerintah terbuka untuk menerima aspirasi masyarakat, termasuk para tenaga kesehatan.

Ia pun berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Mahfud MD Dikritik Lakukan Intervensi Kasus Lukas Enembe, KSP: Menko Polhukam Sudah Terukur

"Pemerintah tentu sangat berterima kasih kepada para nakes yang telah bekerja menangani pandemi di Indonesia. Apa yang telah disampaikan akan diteruskan kepada Kepala Staf Kepresidenan," kata Ngatoilah.

Adapun perwakilan DPN FKHN Indonesia diterima oleh KSP setelah menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.