Kompas.com - 10/08/2022, 08:17 WIB
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel Ahmad Nurzaman, Ketua RT 04/01, Pancoran, Jakarta Selatan, berdering pada Selasa (10/8/2022) sore. Istri di rumah menelepon.

Menurut sang istri, ada sejumlah polisi yang disebut bakal menggeledah salah satu rumah warga.

Rumah itu ternyata rumah yang ditempati para ajudan Irjen Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri yang menjadi tersangka pembunuhan berencana. 

Dalam sambungan telepon itu, istri meminta Nurzaman segera pulang untuk melihat apa yang terjadi di rumah yang hanya beberapa meter dari rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Sebagaimana diketahui, rumah dinas Ferdy Sambo merupakan lokasi terjadinya peristiwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Dihimbau, dikate bapak lah yang berhak (melihat peristiwa itu) karena RT sini," ucap Nurzaman menirukan suara sang istri, ditemui di lokasi penggeledahan, Selasa malam.

Usai menerima telepon, Nurzaman pun bergegas menghampiri rumah yang telah dipenuhi puluhan polisi itu.

Baca juga: Polisi Angkut 1 Boks Kontainer Usai Geledah Rumah Sambo

Di rumah itu, ia dijelaskan oleh pihak kepolisian bahwa tengah dilakukan pengumpulan data dengan melakukan penggeledahan.

Untuk itu, polisi memintanya untuk mendampingi sebagai saksi dalam kegiatan yang tengah dilakukan di lingkungannya tersebut.

"Saya enggak berani mengkomentari apa maksudnya gitu ya, itu hanya menyaksikan dan menandatangani, itu saja tugas saya," jelasnya.

Ditempati Brigadir J

Ahmad Nurzaman, Ketua RT 04/01 di kompleks Duren Tiga Utara II, Pancoran, Jakarta Selatan saat ditemui usai penggeledahan di rumah yang ditempati ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Ferdy Sambo.KOMPAS.com / IRFAN KAMIL Ahmad Nurzaman, Ketua RT 04/01 di kompleks Duren Tiga Utara II, Pancoran, Jakarta Selatan saat ditemui usai penggeledahan di rumah yang ditempati ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Ferdy Sambo.
Menurut Nurzaman, rumah yang digeledah oleh polisi merupakan tempat tinggal Brigadir J yang tewas ditembak rekannya sendiri.

Istrinya, kata dia, yang bertugas sebagai juru pemantau jentik kerap bertemu Brigadir J kala melakukan pemeriksaan jentik nyamuk dari rumah ke rumah.

"Istri saya sering datang periksa jentik-jentik tuh, jadi itu anak buah itu di sini katanya, itu yang terbunuh itu Brigadir J itu katanya, di sini dia katanya," jelasnya menggunakan logat betawi.

"Itu keterangan daripada istri saye katanya begitu, Yoshua itu, ini tempatnya dia," ucap Nurzaman.

Foto Sambo

Bersama pihak kepolisian, Nurzaman ikut melihat kegiatan penggeledahan di semua ruangan yang ada dalam rumah itu.

Setidaknya ada tiga kamar dalam rumah itu yang digeledah polisi untuk melihat dan memotret segala isi dari kamar tersebut.

"Kamar per kamar apa saja diperiksa itu, termasuk masalah berkas-berkas kepolisian, seragam polisi, saya di kasih lihat, itu di foto." kata Nurzaman.

"Di dalam lemari itu ada raknya, dan juga di dalam bak itu, ada seragam topi polisi, ada ikat pinggang, ada sepatu-sepatu daripada polisi, saya dikasih tahu, dan mereka foto," ucapnya.

Selaku tokoh di wilayah tersebut, Nurzaman mengaku kaget melihat foto Ferdy Sambo ada dalam rumah tersebut.

Menurutnya, ada dua foto yang dipajang di dalam rumah itu, selain Foto Sambo, ada juga foto mantan Kadiv Propam Polri itu bersama seorang ajudannya.

Baca juga: Jejak Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J: Dinonaktifkan dari Kadiv Propam, Dicopot, lalu Jadi Tersangka

Kendati begitu, Nurzaman mengaku tidak mengetahui dengan jelas siapa ajudan yang fotonya terpampang di rumah tersebut.

"Baru ini (melihat foto Sambo), begitu saya liat fotonya, oh ade foto die ini, saya baru tahu itu, makanye saya heran, karena enggak pernah ada laporan gitu," katanya.

"Di bagian ruang, dalam ada dua, di sini dalam ame di sini saling berhadapan, yang sendiri ade, yang (ada) ajudannya ade," lanjut Nurzaman.

Rumah "eksklusif"

Rumah ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Ferdy Sambo yang beralamat di  kompleks Duren Tiga Utara II RT 04/01, Pancoran, Jakarta Selatan. KOMPAS.com / IRFAN KAMIL Rumah ajudan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Ferdy Sambo yang beralamat di kompleks Duren Tiga Utara II RT 04/01, Pancoran, Jakarta Selatan.
Nurzaman menuturkan, rumah yang ditempati Brigadir J tak pernah diinformasikan pemilik kepada tokoh setempat. Menurutnya, rumah itu dibeli Sambo pada tahun 2020 untuk ditempati oleh ajudan-ajudannya.

"Karena gini, mereka ini eksklusif sifatnya, karena apa? Karena yang punya rumah ini enggak pernah laporan kepada RT, kemudian juga yang punya rumah abis dia menjual rumah enggak permisi lagi sama RT," terang Nurzaman.

"Enggak dikasih tahu siapa yang belinya itu ya, saya juga kaget juga oh ini, (dibeli Sambo) iya deh, kalau seumpamanya dibutuhkan, saya siap bantu," kata dia.

Baca juga: Skenario Ferdy Sambo yang Berujung Ancaman Hukuman Mati Sang Jenderal...

Kendati begitu, Sambo sebagai pemilik baru rumah tersebut juga tidak menginformasikan kepada tokoh setempat.

Nurzaman mengaku tahu bahwa itu rumah ditempati oleh ajudan-ajudannya lewat informasi dari istrinya yang melakukan pemeriksaan jentik nyamuk sebulan sekali.

"Yang penghuni ini enggak pernah laporan ame RT, Allah wualam (sosialisasi dengan warga sekitar) yang pasti enggak lapor sama RT," ucapnya.

"Istri saya yang sering datengin karena jentik itu aja ditemuin si Brigadir Yoshua itu yang didalem temuan die. Masih seger dia," kata Nurzaman.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyatakan Ferdy sebagai salah satu tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

Dalam konferensi pers di Mabes Polri kemarin malam, Sigit menyebut Bharada E diduga menembak Brigadir J atas perintah Ferdy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Bawaslu Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Nasional
Aksi Kontroversial Puan Maharani, dari Lempar-lempar Kaus Sambil Cemberut, hingga Menanam Padi Saat Hujan

Aksi Kontroversial Puan Maharani, dari Lempar-lempar Kaus Sambil Cemberut, hingga Menanam Padi Saat Hujan

Nasional
Kapten TNI Penodong Pistol di Tol Jagorawi Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kapten TNI Penodong Pistol di Tol Jagorawi Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka

Nasional
Moeldoko Main Film Pendek, Tim KSP yang Sarankan Berperan Jadi Petani

Moeldoko Main Film Pendek, Tim KSP yang Sarankan Berperan Jadi Petani

Nasional
Soal E-Paspor Vs Paspor Biasa, Imigrasi: Dua-duanya Sah, Bisa Dipakai ke Negara Mana Saja

Soal E-Paspor Vs Paspor Biasa, Imigrasi: Dua-duanya Sah, Bisa Dipakai ke Negara Mana Saja

Nasional
Menunggu Drama Ferdy Sambo di Meja Hijau

Menunggu Drama Ferdy Sambo di Meja Hijau

Nasional
Lukas Enembe Bisa Judi ke Singapura untuk 'Refreshing' meski Sakit, tetapi ke KPK Menolak

Lukas Enembe Bisa Judi ke Singapura untuk "Refreshing" meski Sakit, tetapi ke KPK Menolak

Nasional
Dinobatkan Jadi Pangeran Ternate, Jokowi Dapat Gelar 'Pemimpin Besar yang Arif-Bijaksana'

Dinobatkan Jadi Pangeran Ternate, Jokowi Dapat Gelar "Pemimpin Besar yang Arif-Bijaksana"

Nasional
Hari Ini, Kejagung Akan Umumkan Nasib Berkas Perkara Ferdy Sambo dkk di Kasus Brigadir J

Hari Ini, Kejagung Akan Umumkan Nasib Berkas Perkara Ferdy Sambo dkk di Kasus Brigadir J

Nasional
PDI-P di Antara Koalisi Gerindra dan PKB...

PDI-P di Antara Koalisi Gerindra dan PKB...

Nasional
Seragam Baru Polantas yang Dilengkapi 'Bodycam' Akan Terintegrasi ETLE

Seragam Baru Polantas yang Dilengkapi "Bodycam" Akan Terintegrasi ETLE

Nasional
Kekecewaan Jokowi Upaya Pemerintah Berantas Korupsi Justru Gembos di Mahkamah Agung

Kekecewaan Jokowi Upaya Pemerintah Berantas Korupsi Justru Gembos di Mahkamah Agung

Nasional
Ada Kejanggalan Penanganan Kasus Brigadir J, Novel Baswedan Jadi Ingat Kasus Penyiraman Air Keras

Ada Kejanggalan Penanganan Kasus Brigadir J, Novel Baswedan Jadi Ingat Kasus Penyiraman Air Keras

Nasional
Komisi III Siap Gelar 'Fit and Proper Test' Capim KPK Siang Ini, Bakal Tanya Kesehatan hingga Visi-Misi

Komisi III Siap Gelar "Fit and Proper Test" Capim KPK Siang Ini, Bakal Tanya Kesehatan hingga Visi-Misi

Nasional
Curiga soal Kasus Brigadir J, Wakil Ketua LPSK: Mengapa Jenazah yang Diduga Pelaku Pemerkosaan Diotopsi?

Curiga soal Kasus Brigadir J, Wakil Ketua LPSK: Mengapa Jenazah yang Diduga Pelaku Pemerkosaan Diotopsi?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.