Kompas.com - 04/07/2022, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Syamsul Maarif mengatakan, penyakit kuku dan mulut (PMK) yang mewabah pada hewan ternak sudah lama ada di Indonesia.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak panik menghadapi wabah ini menjelang saat hari raya Idul Adha.

"PMK ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1887, sudah lama sekali dan alhamdulillah kita sudah bisa membebaskan secara teknis sejak 1983 tapi diakui oleh badan kesehatan dunia pada tahun 1990," kata Syamsul dalam program talk show Kurban Sehat Bebas PMK di kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (4/7/2022).

Baca juga: Cegah Penyebaran PMK, Polres Lombok Barat Perketat Akses Masuk dan Keluar Hewan Ternak

Syamsul menyebut, PMK kembali merebak di Indonesia sejak April 2022. Hingga saat ini, terdapat 19 provinsi dan 223 kabupaten kota yang tercatat terdeteksi kasus PMK.

Selain itu, Syamsul juga meminta masyarakat tidak panik karena wabah tersebut hanya menyerang hewan ternak dan tidak menular ke manusia.

"Jadi penekanan kita PMK ini penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus kemudian menyerang hanya pada hewan yang berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing dan domba," papar dia.

Baca juga: Pakar IPB: Perlu Strategi dan Prioritas dalam Pemberian Vaksin PMK

Dengan merujuk pada pedoman Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syamsul mengatakan, hewan ternak yang terpapar PMK masih tetap bisa dijadikan hewan kurban saat hari raya Idul Adha.

Tetapi, lanjutnya, masyarakat tetap diminta selektif saat membeli hewan kurban agar wabah PMK tidak semakin meluas ketika hewan yang dibeli sudah terpapar.

"Kita dalam rangka untuk tidak menyebarkan atau tidak mengotori lingkungan karena nanti hal-hal itu bisa menyebar ke hewan lain," ucap Syamsul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kasat Narkoba Polres Karawang Diciduk Bareskrim di Apartemen

Kronologi Kasat Narkoba Polres Karawang Diciduk Bareskrim di Apartemen

Nasional
Pemerintah Diminta Soroti Dampak Krisis Global, Ketua MPR Pertanyakan Kondisi APBN

Pemerintah Diminta Soroti Dampak Krisis Global, Ketua MPR Pertanyakan Kondisi APBN

Nasional
Hadiri Sidang Tahunan MPR, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Solo

Hadiri Sidang Tahunan MPR, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Solo

Nasional
Jelang Sidang Tahunan MPR, Megawati dan Tokoh-Pejabat Berdatangan ke Senayan

Jelang Sidang Tahunan MPR, Megawati dan Tokoh-Pejabat Berdatangan ke Senayan

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Mardani Maming Selama 40 Hari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Mardani Maming Selama 40 Hari

Nasional
Keterangan Bharada E Tunjukkan Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Semakin Kuat

Keterangan Bharada E Tunjukkan Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Semakin Kuat

Nasional
Link Siaran Langsung Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan 2022

Link Siaran Langsung Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan 2022

Nasional
Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Karawang terkait Peredaran Ekstasi

Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Karawang terkait Peredaran Ekstasi

Nasional
TNI AL Resmikan Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman

TNI AL Resmikan Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman

Nasional
Sambo, Kode Etik dan Rasa Etika Publik

Sambo, Kode Etik dan Rasa Etika Publik

Nasional
Jerat Pidana 3 Perkara untuk Surya Darmadi, Buron Megakorupsi Rp 78 T

Jerat Pidana 3 Perkara untuk Surya Darmadi, Buron Megakorupsi Rp 78 T

Nasional
Selain Minta 'Fee' Rp 15 Triliun ke Negara Melalui Jokowi, Deolipa Gugat Bharada E hingga Kapolri Rp 15 Miliar

Selain Minta "Fee" Rp 15 Triliun ke Negara Melalui Jokowi, Deolipa Gugat Bharada E hingga Kapolri Rp 15 Miliar

Nasional
KPK Koordinasi dengan Kejagung Terkait Pemeriksaan Surya Darmadi

KPK Koordinasi dengan Kejagung Terkait Pemeriksaan Surya Darmadi

Nasional
Dewan Pers Serahkan DIM RKUHP ke Fraksi PPP, Arsul Sani: Wajib Dibahas di DPR

Dewan Pers Serahkan DIM RKUHP ke Fraksi PPP, Arsul Sani: Wajib Dibahas di DPR

Nasional
Terima 4 Bintang Kehormatan Utama, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Terima 4 Bintang Kehormatan Utama, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.