Kompas.com - 02/07/2022, 19:23 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan MPR mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendapat masukan dari Surya untuk kembali memasukan utusan golongan sebagai anggota MPR.

“Sebelum amandemen (konstitusi) keempat keanggotaan MPR terdiri dari anggota DPR, utusan daerah, dan utusan golongan,” tutur Bambang dalam keterangannya, Sabtu (2/7/2022).

Setelah amandemen, keempat keanggotaan MPR hanya terdiri dari anggota DPR sebagai representasi partai politik dan anggota DPD sebagai representasi kepentingan daerah. Sedangkan utusan golongan dihapuskan,” paparnya.

Baca juga: Surya Paloh: Buat Apa Pemilu jika Bangsa Ini Terpecah

Ia menyebut usulan itu tak hanya diterima dari Surya, tapi juga berbagai kelompok lain.

Seperti PP Muhammadiyah, PBNU, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.

“Kehadiran kembali utusan golongan dinilai akan menjadikan MPR sebagai lembaga perwakilan yang inklusif, yang mengikutsertakan seluruh unsur dan elemen dalam masyarakat Indonesia,” sebutnya.

Bambang berpandangan kehadiran utusan golongan dapat mengakomodir kepentingan masyarakat yang tak terwakilkan oleh parpol dan daerah.

“Termasuk golongan yang karena aturan undang-undang, hak pilih dan atau dipilihnya ditiadakan,” katanya.

Tak berhenti disitu, lanjut Bambang, Surya turut meminta MPR kembali melihat apakah amandemen keempat UUD 45 masih relevan dengan kondisi saat ini. 

Baca juga: Bamsoet Sebut Kajian Materi PPHN Akan Diserahkan ke Pimpinan MPR 7 Juli

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.