Kompas.com - 01/07/2022, 23:11 WIB
Penulis Irfan Kamil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menantu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo, Detri Warmanto mengenang sosok mertuanya.

Menurut Detri, Tjahjo merupakan pribadi yang selalu ingin berperan untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya.

“Jadi bapak pernah mengucap bahwa ‘saya ingin akhir hayat saya berperan di dalam membela negara, apapupun itu’, misal sebagai menteri, atau apapun itu. Intinya untuk bangsa Indonesia,” ucap Detri ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: [OBITUARI] Tjahjo Kumolo, Politikus Senior dan Memori Mobil Pribadi untuk Dinas

“Jadi bapak bilang, ‘Saya ini milik negara harus bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” ujarnya menirukan ucapan Tjahjo.

Kendati mengutamakan negara, lanjut Detri, Tjahjo juga sosok yang memprioritaskan keluarga dalam kehidupannya.

Menurut dia, Tjahjo juga sosok yang bisa menjadi ayah, mentor sekaligus kakek yang baik untuk cucu-cucunya.

“Seorang kakek yang hangat kepada cucu-cucunya apalagi kepada anak-anaknya. Bisa mengajarkan bagaimana caranya hidup kuat dan sabar,” ucap Detri.

Baca juga: Tjahjo Kumolo, Wakil Rakyat 5 Presiden yang Pernah Digaji Rp 1 Juta per Bulan

“Sempat ada ucapan bahwa ‘saya ini pertama milik keluarga, kedua milik negara’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Detri juga mengungkapkan keinginan Tjahjo untuk bisa wafat saat menjalankan tugas negara.

Meskipun merasakan duka mendalam, akan tetapi, keluarga bersyukur Tjahjo wafat saat tengah mengabdikan diri sebagai menteri.

“Bapak pernah bilang bahwa ‘saya ingin akhir hayat saya bertugas dalam negara’, dan akhirnya terkabul. Kalau itu jalan terbaiknya, ya alhamdulillah. Berarti memang apapun yang diinginkan bapak tercapai,” ucap Detri.

Hal senada juga disampaikan anak pertama Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari.

Ajeng mengaku bersyukur keinginan ayahnya wafat dalam menjalankan tugas negara bisa terkabul.

“Bapak terakhir-terakhir cuma bilang ingin meninggal dunia saat bertugas. Alhamdulillah itu terkabul,” ucap Ajeng.

Tjahjo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat sekitar pukul 11.10 WIB.

Politikus PDI Perjuangan itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat sore.

Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah dinas menteri, kompleks Widya Chandra.

Kemudian jenazahnya dishalatkan di masjid Quba yang berada di kantor Kemenpan-RB.M

Sebelum kabar duka datang, Tjahjo dirawat di rumah sakit sejak 20 Juni 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.