Kompas.com - 23/05/2022, 08:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo bertemu KSAU Amerika Serikat (AS) Jenderal Charles Q Brown Jr di AS, beberapa waktu lalu.

Pertemuan Fadjar dan Charles merupakan salah satu dari sejumlah kegiatannya selama berada di AS.

Dalam pertemuan itu, salah satu topik pembicaraannya yakni mengenai nasib pengadaan jet tempur F-15IDN.

“Kedua pemimpin juga membahas inisiatif modernisasi pertahanan Indonesia, termasuk pengadaan pesawat F-15IDN,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) yang diterima Kompas.com, Senin (23/5/2022).

Adapun nama F-15IDN sendiri pemberian kode khusus untuk Indonesia. Pesawat tersebut memiliki nama asli F-15EX.

Baca juga: Cara TNI AU Disegani di Kawasan, Tidak Ada Kata Menyerah di Tengah Keterbatasan

Dalam kesempatan ini, Charles memuji TNI AU atas peran penting yang telah dimainkannya dalam mendukung otoritas sipil Indonesia, terutama saat menangani Covid-19.

Charles juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi kuat Indonesia dalam kursus pendidikan militer profesional di United State Air Force Academy (USAFA) atau Akademi Angkatan Udara AS, sekaligus menekankan perspektif tidak ternilai yang diberikan siswa Indonesia saat di kelas.

Charles juga berterima kasih kepada Fadjar atas upayanya dalam mendukung latihan bilateral Cope West 2021 antara Indonesia dan AS, dan menggarisbawahi pentingnya latihan untuk kesiapan dan interoperabilitas.

Dalam kunjungannya di AS, Fadjar menerima kehormatan penuh dan dianugerahi Legion of Merit di Pangkalan gabungan Anacostia-Bolling, AS.

Untuk diketahui, AS telah menyetujui penjualan 36 unit F-15IDN dan berbagai peralatan militer lainnya senilai hampir 14 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun kepada Indonesia pada Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Penerbang Helikopter C-725 Caracal TNI AU Latih Kemampuan Penembakan Roket RD-702 MOD4

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik,” kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Associated Press (AP), Kamis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.