Kompas.com - 04/04/2022, 04:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Garin sempat bilang, “apa yang saya tulis ini semakin muncul sama dengan situasi sosial politik saat sekarang (tiga tahun terakhir ini)”.

Baca juga: Puan yang Dimanja Masuk Neraka Politik

Benar apa yang dikatakan Garin. Kini pembicaraan (gosip) itu semakin ramai. Katakanlah (ini bukan kata Garin), soal presiden tiga periode, perpanjangan masa jabatan presiden dan pembangunan ibu kota baru Nusantara serta wali kota Solo dan Medan.

Juga birokrasi Istana yang semakin “gendut”, tapi tidak efektif. Lihat pula perbincangan masyarakat tentang pejabat Istana yang melakukan “campur tangan” dalam (intern) partai politik.

Sampai-sampai muncul perbincangan “pejabat Istana” yang mencampuri urusan intern parpol ini sedang menjalankan visi misi Jokowi.

Bahkan dari dengungan wacana “presiden tiga periode” dan “perpanjangan masa jabatan kedua” itu muncul ucapan: karena “beliau” juga mau. Itu kata seorang anggota DPR dari fraksi pendukung pemerintah.

Menurut Garin, gosip memang ringan dan sering disepelekan. Gosip sering diartikan sebagai desas desus atau selentingan berita yang tersebar luas dan menjadi rahasia umum, tetapi masih diragukan kebenarannya.

Para pakar menyebut, kata Garin, gosip menjadi ruang katarsis terbesar sebuah bangsa dalam dua wajah terbesarnya.

Pertama, gosip menjadi gaya hidup survival pada negara tirani seperti era Soeharto, ketika data dan fakta tidak dapat diakses serta kebenaran hanya muncul dari penguasa.

Bisa dicatat, ucapan Garin ini mungkin mirip “kebenaran seolah-olah” dari ucapan penguasa yang berdasarkan “big data” yang serupa gosip pula.

Kedua, lanjut Garin, gosip menjadi gejala hidup pada negara yang terbuka, tetapi kehilangan panduan nilai-nilai informasi serta nilai-nilai panduan kepemimpinan, sehingga setiap individu warga menjadi sumber berita.

Gosip makin luas, mudah muncul di publik, karena kemajuan teknologi informasi di masa milineal yang disukai penguasa saat ini.

Menurut Garin, gosip bukanlah data dan fakta, tetapi gosip dalam gaya hidup abad hiburan tidak bisa lagi disepelekan.

Waspadai, gosip yang bisa muncul dari siapa pun, termasuk dari yang punya kuasa yang dengan mudah mengatasnamakan “rakyat” atau “data besar”.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentuk Kerja Sama Antara Eksekutif dan Legislatif

Bentuk Kerja Sama Antara Eksekutif dan Legislatif

Nasional
Tanggal 13 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 13 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Mendag dan Mentan Beda Pendapat soal Harga Mi Instan, Anggota DPR: Jangan Buat Panik Masyarakat

Mendag dan Mentan Beda Pendapat soal Harga Mi Instan, Anggota DPR: Jangan Buat Panik Masyarakat

Nasional
Dukung Ratu Kalinyamat Dapat Gelar Nasional, Megawati Ingatkan Indonesia Punya Banyak Perempuan Pemberani

Dukung Ratu Kalinyamat Dapat Gelar Nasional, Megawati Ingatkan Indonesia Punya Banyak Perempuan Pemberani

Nasional
Eks Pejabat Adhi Karya Divonis Lebih Berat dari Tuntutan, Hakim: Terdakwa Tak Akui Perbuatannya

Eks Pejabat Adhi Karya Divonis Lebih Berat dari Tuntutan, Hakim: Terdakwa Tak Akui Perbuatannya

Nasional
KemenPPPA Harap Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan dan Penyekapan di Pati

KemenPPPA Harap Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan dan Penyekapan di Pati

Nasional
KPK Laporkan Telah Selamatkan Aset Negara Senilai Rp 26,16 Triliun Pada Semester Pertama 2022

KPK Laporkan Telah Selamatkan Aset Negara Senilai Rp 26,16 Triliun Pada Semester Pertama 2022

Nasional
Megawati Sebut Indonesia Bagian Timur Bakal Lepas jika Pancasila Diganti

Megawati Sebut Indonesia Bagian Timur Bakal Lepas jika Pancasila Diganti

Nasional
Polri: Tindakan Brigadir J yang Lukai Martabat Keluarga Sambo Akan Terbuka di Persidangan

Polri: Tindakan Brigadir J yang Lukai Martabat Keluarga Sambo Akan Terbuka di Persidangan

Nasional
Beredar Kabar Ada OTT KPK di DPR, Ini Penjelasan Sekjen

Beredar Kabar Ada OTT KPK di DPR, Ini Penjelasan Sekjen

Nasional
Buntut Pembunuhan Brigadir J, 6 Polisi Diamankan di Mako Brimob, 6 di Mabes Polri

Buntut Pembunuhan Brigadir J, 6 Polisi Diamankan di Mako Brimob, 6 di Mabes Polri

Nasional
Letjen Maruli Simanjuntak Lepas 450 Prajurit “Pasukan Tengkorak” Kostrad ke Papua

Letjen Maruli Simanjuntak Lepas 450 Prajurit “Pasukan Tengkorak” Kostrad ke Papua

Nasional
UPDATE 11 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,63 Persen, Booster 24,81 Persen

UPDATE 11 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,63 Persen, Booster 24,81 Persen

Nasional
KPK Akan Cek Perkembangan Kasus TPPU Setya Novanto di Polri

KPK Akan Cek Perkembangan Kasus TPPU Setya Novanto di Polri

Nasional
Timsus Bersyukur Ferdy Sambo Mau Ungkap Motif Bunuh Brigadir J

Timsus Bersyukur Ferdy Sambo Mau Ungkap Motif Bunuh Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.