Kompas.com - 26/01/2022, 08:20 WIB
Menurut Jokowi, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME dapat meningkatkan kemandirian energi Indonesia melalui penggunaan sumber daya alam dalam negeri. Dok. PertaminaMenurut Jokowi, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME dapat meningkatkan kemandirian energi Indonesia melalui penggunaan sumber daya alam dalam negeri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menegaskan, pemerintah akan tetap menghentikan ekspor mineral dan batu bara (minerba) dalam bentuk bahan mentah.

Meski kebijakan tersebut mendapatkan protes dari berbagai negara melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pemerintah Indonesia akan tetap jalan terus.

“Dengan risiko apa pun satu per satu (ekspor bahan mentah) akan saya setop. Nikel setop, ini kita digugat oleh WTO, silakan gugat. Nanti setop bauksit, setop, mesti ada yang gugat lagi silakan gugat, enggak apa-apa kita hadapi,” kata Jokowi saat meluncurkan pelepasan ekspor perdana smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022), sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Jokowi: Kita Setop Ekspor Bahan Mentah, Enggak Apa-apa Indonesia Disemprot Negara Lain

Jokowi juga kembali menekankan pentingnya hilirisasi industri dengan mulai menghentikan ekspor bahan mentah. Dia mendorong agar perusahaan-perusahaan dapat melakukan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Dengan demikian, dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut.

“Ini harganya harga bahan mentah. Seperti tadi disampaikan oleh Pak Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), harusnya bisa 15 kali lipat hanya dijual 30 tadi," kata Jokowi.

"Padahal, kalau menjadi barang jadi bisa 700. Ini enggak bisa diterus-teruskan,” lanjut Presiden.

Presiden juga menceritakan, kunjungannya ke Kabupaten Muara Enim dalam rangka peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).

Presiden mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk melakukan hilirisasi industri tersebut.

“Tadi kembali ke DME, dimetil eter, kita punya bahan baku banyak sekali, gede sekali, kita malah impor elpiji Rp 80-an triliun setiap tahun. Terlalu nyaman kita ini, terlalu enak kita ini,” tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.