Kompas.com - 29/12/2021, 07:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah memasang kuda-kuda atau bersiaga setelah ditemukannya kasus transmisi lokal varian Omicron di Indonesia.

Rahmad mengatakan, pemerintah perlu menggencarkan pengetesan dan pelacakan (testing and tracing) demi mencegah penyebaran varian Omicron yang lebih luas.

"Kita harus bersikap waspada dan pasang kuda kuda. Agar jangan sampai kita kecolongan lebih dalam lagi, kita harus menggencarkan sisi testing dan tracing," kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Pasien Terpapar Omicron Lolos dari Wisma Atlet, Sempat Makan di SCBD, lalu Dijemput Petugas

Untuk itu, Rahmad mengusulkan agar penggunaan alat tes PCR SGTF (s-gene target failure) yang diyakini dapat mendeteksi Omicron dengan cepat diperluas.

"Artinya, orang yang dinyatakan positif pun perlu ditindaklanjuti dengan tes PCR SGTF ini agar diketahui dengan pasti apakah yang bersangkutan terpapar Omicron atau tidak,” ujar politikus PDI-P itu.

Rahmad pun mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga pintu-pintu masuk ke Indonesia dengan ketat disertai protokol karantina yang tegas.

Rahmad juga mendorong adanya penguatan dan pengetatan aturan mengenai mobilitas masyarakat yang sudah ada, terutama pada liburan tahun baru yang sudah di depan mata.

Rumah sakit pun diminta mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron setelah terdeteksinya kasus transmisi lokal.

“Dengan ditemukannya varian Omicron yang melalui transmisi lokal ini kan mengindikasikan adanya potensi Omicron sudah menyebar di berbagai tempat. Nah, kemungkinan ini kan harus kita waspadai,” kata dia.

Baca juga: Soal Temuan Omicron di DKI Jakarta, Anies: Kita Kerja Cepat

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya satu kasus penularan lokal varian Omicron.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu pasien Covid-19 varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan kontak erat dengan pelaku perjalanan luar negeri.

"Terbaru kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.