Kompas.com - 24/11/2021, 07:29 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung ke Ogan Ilir Sumatera Selatan Sabtu (23/10/2021) AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGMenteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung ke Ogan Ilir Sumatera Selatan Sabtu (23/10/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani berpandangan, Menteri BUMN Erick Thohir perlu membuktikan diri sukses memimpin Kementerian BUMN jika ingin menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Kamhar mengatakan, Erick memang memiliki pengalaman sebagai pengusaha sukses tapi jabatannya sebagai menteri BUMN menjadi ujian kepemimpinan bagi Erick.

"Latar belakang Pak Erick Thohir sebagai pengusaha sukses yang sudah go international tentunya menjadi kredit poin penting. Namun, dengan amanah yang diberikan kepadanya sebagai Meneg BUMN tentunya ini menjadi ujian kepemimpinan tersendiri," kata Kamhar saat dihubungi, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Waketum PPP Nilai Erick Thohir Potensial Jadi Capres atau Cawapres

Hal ini disampaikan Kamhar saat dimintai pendapat mengenai kebijakan-kebijakan Erick yang dinilai sejumlah pihak sebagai upaya persiapan menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Kamhar menyebut, Erick mesti membuktikan mampu mentransformasi BUMN menjadi perusahan negara yang profesional dan modern sesuai prinsip-prinsip good corporate governance.

Selain itu, Erick mesti memastikan perusahaan-perusahaan pelat merah meraup untung dan tidak mengalami kebangkrutan serta dapat diandalkan dalam menjalankan kewajiban pelayanan publik.

"Ini yang masih butuh pembuktian. Jika sukses, tentunya ini akan menjadi modal penting yang akan membuat Pak Erick Thohir semakin diperhitungkan," kata Kamhar.

Saat ditanya soal kemungkinan Demokrat mengusung Erick, Kamhar enggan berandai-andai. Menurut dia, Demokrat masih fokus pada konsolidasi dan membantu rakyat dari dampak pandemi.

Baca juga: Erick Thohir Singgung Toilet Berbayar, SPBU di Kebayoran Baru Pasang Tulisan Gratis

Ia pun mengatakan, ada aspirasi dari struktur partai dan masyarakat yang meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti untuk tampil pada Pilpres 2024.

"Kami tak akan berandai-andai sekalipun dalam politik ada ungkapan politik sebagai the art of possible. Bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin dan sebaliknya," ujar Kamhar.

Diberitakan, Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpandangan, Erick tengah memoles citra agar dapat masuk bursa pencalonan presiden untuk Pilpres 2024 mendatang.

Adi mengatakan, hal itu terlihat dari video Erick Thohir yang dipasang di mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM) bank milik negara serta permintaan Erick agar toilet di pom bensin digratiskan.

"Bagian memoles citra agar Erick terlihat bekerja serius sebagai menteri. Tentu yang diharapkan efek positif dan bisa diperhitungkan masuk nominasi capres 2024. Sejauh ini Erick belum masuk arus utama pembicaraan pencapresan," kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Nasional
KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

Nasional
Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Nasional
Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Nasional
Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Nasional
Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.