Kompas.com - 05/11/2021, 09:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat membawa surat keterangan bukti vaksinasi jika hendak bepergian.

Hal itu untuk mengantisipasi jika perekaman data vaksin di aplikasi PeduliLindungi error atau memperlihatkan perbedaan pencatatan data vaksinasi pengguna.

Sebagaimana diketahui, bukti vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat dokumen yang harus dibawa pelaku perjalanan saat bepergian di berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat terbang hingga kereta api.

“Untuk mengantisipasi perbedaan pencatatan data dalam aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dapat meminta bukti vaksinasi ke vaksinator untuk kemudahan berpergian,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: 3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Selain keterangan vaksinasi, pemerintah juga mewajibkan pelaku perjalanan membawa bukti hasil negatif tes Covid-19.

Pemerintah, kata Wiku, berupaya keras meningkatkan aksesstabilitas tes diagnostik secara merata di Indonesia. Hal ini salah satunya untuk mempermudah pelaku perjalanan mendapatkan layanan tes Covid-19 yang dibutuhkan sebagai dokumen perjalanan.

“Untuk itu kementerian kesehatan berupaya terus memperluas cakupan laboratorium PCR dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung fleksibilitas perjalanan masyarakat dengan perluasan layanan tes antigen di tiap daerah,” ucap Wiku.

Untuk mencegah kerumunan, pelaku perjalanan pun diharapkan dapat mempersiapkan seluruh dokumen perjalanan sebelum menuju pintu keberangkatan.

“Diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan hasil tes Covid-19 dan bukti vaksinasi dengan baik sebelum datang ke pintu keberangkatan agar tidak menimbulkan antrian dan kerumunan,” kata Wiku.

Adapun aturan perjalanan terbaru tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 22 Tahun 2021 yang diteken Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito. Aturan itu berlaku mulai 2 November 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian.

SE Nomor 22 Tahun 2021 salah satunya mengatur bahwa pelaku perjalanan transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah pulau Jawa-Bali serta perjalanan antarkabupaten/kota di dalam wilayah Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin dan hasil negatif tes Covid-19.

Tes RT-PCR diwajibkan bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin dosis pertama. Sedangkan pelaku perjalanan yang sudah divaksin dosis lengkap dibolehkan menggunakan tes antigen.

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Tinggi, Wapres Minta PeduliLindungi Diperkuat

Kemudian, disebutkan pula dalam SE bahwa pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkabupaten/kota di wilayah Pulau Jawa-Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam.

Selain PCR, pelaku perjalanan dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan serupa juga berlaku bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut, darat, menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.