Kompas.com - 04/11/2021, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Delta virus corona paling banyak terdeteksi di wilayah DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Nadia dalam diskusi virtual bertajuk “Waspada Tangkal Varian Anyar” di Youtube FMB9ID_ IKP, Kamis (4/11/2021).

“Paling tinggi memang seperti DKI Jakarta itu 1.300 sudah terdeteksi varian Delta,” kata Nadia.

Selain DKI, menurutnya, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga banyak melaporkan adanya varian Delta di wilayahnya.

Ia mengatakan, selama pandemi ini varian Delta memang lebih banyak ditemukan di kota besar.

Namun, ia tidak secara rinci memaparkan data langkap sebaran varian Delta tersebut.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah itu ada sekitar 300-an. Jawa Barat itu ada 700-an ya varian Delta yang sudah dilaporkan,” ucap Nadia.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Menkes Monitor Ketat Varian Corona Delta dan AY.4.2

Oleh karena itu, Nadia pun mengajak semua pihak untuk terus waspada dan berhati-hati terhadap varian baru virus corona.

“Tentunya, ini yang menjadi kewaspadaan kita ya tetap bahwa jangan memberi kesempatan varian Delta ini berkembang lagi lebih lanjut,” tegasnya.

Saat ini tengah ramai diberitakan adanya varian baru viruc corona AY.4.2 yang diketahui sedang merebak di Inggris.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.