Di Depan Rektor PTN, Jokowi Singgung Budi Gunadi Sarjana Fisika Nuklir Jadi Menkes

Kompas.com - 14/09/2021, 19:27 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan tetap memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021 meskipun perkembangan kasus COVID-19 semakin menunjukan tren penurunan. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Setpres/Handout/wsj. ANTARA FOTO/Biro Pers Dan MediaPresiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan tetap memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021 meskipun perkembangan kasus COVID-19 semakin menunjukan tren penurunan. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Setpres/Handout/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talenta sebesar-besarnya.

Sebab, kata dia, karier seseorang tidak selalu selaras dengan program studi yang dipelajari di bangku kuliah. Terkait hal ini, Jokowi menyinggung Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Orang bisa berkarier yang jauh dari ilmu di ijazahnya. Ini yang sering saya berikan untuk contoh itu Pak Budi Gunadi Sadikin," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9/2021). 

Baca juga: Jokowi Teken Perpres 82/2021 Atur Dana Abadi Pesantren

Jokowi mengungkap, Menkes Budi menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) program studi Fisika Nuklir. Namun, Budi berkarier di perbankan.

Karier Budi melesat hingga sempat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri. Dari perbankan, Budi sempat menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN dan kini melompat sebagai Menteri Kesehatan.

Berkaca dari perjalanan Menkes Budi, kata Jokowi, perguruan tinggi harus memfasilitasi bakat-bakat mahasiswanya sejak menempuh pendidikan sarjana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Fasilitasi mahasiswa sebesar-besarnya untuk mengembangkan talentanya yang belum tentu sesuai pilihan program studi, jurusan, maupun fakultas. Karena kita ingat, pilihan prodi, jurusan, dan fakultas tidak selalu berdasarkan pada talenta," ujar Jokowi.

"Ketidakcocokan itu kadang-kadang terasa saat kuliah," tuturnya.

Jokowi tidak ingin perguruan tinggi memagari mahasiswa dengan terlalu banyak program studi di fakultas. Ia ingin supaya mata kuliah pilihan mahasiswa diperbanyak, baik di dalam maupun di luar kampus.

Baca juga: Jokowi ke Para Rektor: Urusan Makan Mahasiswa Harus Dicek Betul, Jangan Sampai Tidak Sehat


Presiden mengingatkan bahwa dunia akan menghadapi ketidakpastian global karena kecepatan. Menghadapi tantangan tersebut, mahasiswa harus bisa belajar kepada siapa saja, baik pada praktisi maupun industri.

Mahasiswa, kata dia, harus memahami banyak hal, mulai dari matematika, statistika, ilmu komputer, hingga bahasa.

"Bahwa seorang mahasiswa itu tidak perlu pindah prodi, pindah jurusan, atau pindah fakultas seperti untuk mengejar yang tadi saya sampaikan, yang tidak pas tadi, tapi berilah kesempatan mahasiswa untuk mengambil kuliah sesuai talentanya," kata Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Nasional
Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK Sejak 2004 hingga Juni 2021

Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK Sejak 2004 hingga Juni 2021

Nasional
Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Nasional
Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Nasional
Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Nasional
“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

Nasional
Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Nasional
Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Nasional
Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Target Testing 400.000 Per Hari Belum Tercapai, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Nasional
Oktober, Warga Tak Punya 'Smartphone' Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Oktober, Warga Tak Punya "Smartphone" Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa PeduliLindungi

Nasional
Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Nasional
Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Nasional
Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.