Kompas.com - 19/08/2021, 14:42 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang digelar secara daring, Kamis (22/7/2021). Dokumen Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan AgungJaksa Agung ST Burhanuddin saat upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang digelar secara daring, Kamis (22/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, hanya 59 persen warga yang percaya terhadap kejaksaan. Sementara, 36 persen warga mengatakan kurang atau tidak percaya terhadap kejaksaan.

Menurut Direktur Riset SMRC Deni Irvani, penilaian warga terhadap kejaksaan pada beberapa aspek umumnya cenderung negatif.

"Meskipun masih di atas 50 persen, tingkat kepercayaan warga terhadap lembaga-lembaga penegak hukum tidak terlalu tinggi," kata Deni, dalam keterangannya, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Survei KedaiKopi: 59,5 Persen Warga Anggap Ada Ketimpangan Penegakan Hukum oleh Kejaksaan

Bertalian dengan itu, hasil survei menemukan 41,2 persen warga menilai penegakan hukum saat ini buruk. Kemudian, hanya 25,6 persen warga yang menilai baik dan 30,1 persen menilai sedang.

"Warga pada umumnya kurang positif dalam menilai kondisi penegakan hukum di negara kita sekarang ini," ujar Deni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Deni mengungkapkan, 59 persen warga menilai jaksa tidak bersih dari praktik suap. Responden yang menilai jaksa bersih dari praktik suap hanya 26 persen.

Survei juga menemukan, 52 persen warga menilai proses pemilihan jaksa tidak bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sementara, warga yang menilai bersih hanya 30 persen.

"Kemudian, sekitar 49 warga menilai jaksa tidak independen dalam menuntut perkara, lebih banyak dari yang menilai jaksa independen yaitu 34 persen," tuturnya.

Baca juga: Survei KedaiKopi: Mayoritas Responden Minta Jokowi Ganti Jaksa Agung

Selanjutnya, 52 persen responden menilai proses pemilihan jaksa tidak bersih dari KKN. Sebanyak 30 persen menilai bersih dan sisanya 18 persen tidak dapat menjawab.

Kemudian, sekitar 49 persen warga menilai jaksa tidak independen dalam menuntut perkara, lebih banyak dari yang menilai jaksa independen, yakni 34 persen. Sisanya, 17 persen, tidak dapat menjawab.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.