Kompas.com - 09/06/2021, 14:11 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (8/6/2021). KOMPAS.com / IRFAN KAMILKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (8/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi pembekalan antikorupsi kepada pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (9/6/2021).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, program Penguatan Antikorupsi Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) merupakan bagian dari strategi pemberantasan korupsi melalui pendidikan dan pencegahan.

“Kita mengundang 10 kementerian nanti sampai dengan September. Kementerian KP ini yang kedua setelah sebelumnya dengan kementerian ESDM,” ucap Alexander dalam konferensi pers, Rabu.

Baca juga: Pengamat: Komitmen Pemerintahan Jokowi terhadap Agenda Antikorupsi Lemah

Alexander mangatakan, fokus program pembekalan kepada Kementerian ESDM dan KKP yakni terkait dengan sumber daya alam.

“Salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi sangat besar untuk penerimaan negara kita sektor kelautan ya, dari hasil-hasil ikan penangkapan ikan atau sumber daya yang lainnya,” ucap Alexander.

Ia mengatakan, dalam pembekalan antikorupsi, Menteri KP dan para pejabat eselon I juga didampingi oleh pasangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Undangan pembekalan ini, kata Alexander, juga diberikan juga kepada pasangan pejabat guna mendorong pencegahan antikorupsi di lingkungan keluarga.

“Ini tadi di akhir acara kita minta pasangan itu memakaikan jaket kepada pasangannya, kepada Pak Dirjen, Pak Menteri sambil kita minta pasangan itu untuk membisikkan sambil mengenakan jaket itu, kalau Ibu-Ibu tadi kita minta supaya ngomong 'Pak, jangan korupsi ya ingat keluarga di rumah, beri contoh yang baik untuk anak-anak',” ucap Alexander.

“Tujuannya supaya para pejabat negara itu mengingat ketika dalam melaksanakan tugas itu jangan sampai melakukan hal-hal yang tercela, yang berujung pada tindak pidana korupsi misalnya atau tindak pidana yang lain kan seperti itu,” tutur dia.

Baca juga: Ironi KPK yang Kini Jadi Lembaga Antikorupsi Tanpa Transparansi...

Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono menyamput baik program yang diselenggarakan KPK. Ia berharap program pembekalan diselenggarakan secara berkala.

Dengan demikian, menurutnya, para pejabat negara memiliki wadah untuk berdiskusi dengan pimpinan KPK.

“Ini adalah satu upaya yang menurut saya sangat luar biasa dan bagus ya. Sering bersilaturahmi dan sering bertemu apalagi diberikan dengan konteks pembekalan,” ucap Trenggono.

Trenggono mengatakan, ia juga memberikan masukan kepada KPK terkait pencegahan korupsi di sektor kelautan dan perikanan.

“Saya sudah minta kepada Bapak Dirjen di setiap kegiatan Kementerian Kelautan di seluruh Direktorat Jenderal itu selalu ada pendampingan. itu adalah salah satu upaya yang kita lakukan,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Dalami Ribuan Kartu SIM yang Ditemukan dari Tersangka Pinjol Ilegal

Polri Dalami Ribuan Kartu SIM yang Ditemukan dari Tersangka Pinjol Ilegal

Nasional
KPK Eksekusi Terpidana Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Riau, Suheri Terta ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Terpidana Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Riau, Suheri Terta ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Menko PMK Minta Pemda Distribusikan Oksigen hingga ke Puskesmas

Menko PMK Minta Pemda Distribusikan Oksigen hingga ke Puskesmas

Nasional
Mandalika Disorot PBB karena Langgar HAM, Kini UNESCO Minta Proyek TN Komodo Dihentikan

Mandalika Disorot PBB karena Langgar HAM, Kini UNESCO Minta Proyek TN Komodo Dihentikan

Nasional
Mahfud Ingatkan Media Hindari Pemberitaan Sensasional Menjurus Hoaks Terkait Covid-19

Mahfud Ingatkan Media Hindari Pemberitaan Sensasional Menjurus Hoaks Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 5.536 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, 5 Pasien di 2 Negara Sembuh

UPDATE: 5.536 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, 5 Pasien di 2 Negara Sembuh

Nasional
Terbukti Terima Uang Rp 4,5 Miliar, Eks Dirut BTN Maryono Divonis 3 Tahun Penjara

Terbukti Terima Uang Rp 4,5 Miliar, Eks Dirut BTN Maryono Divonis 3 Tahun Penjara

Nasional
Kemenag: Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser ke 11 Agustus

Kemenag: Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser ke 11 Agustus

Nasional
Menlu Retno: Perancis Akan Beri 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Menlu Retno: Perancis Akan Beri 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Nasional
KPK Sebut Kemensos Jalankan Rekomendasi, Hapus 52,5 Juta Data Penerima Bansos

KPK Sebut Kemensos Jalankan Rekomendasi, Hapus 52,5 Juta Data Penerima Bansos

Nasional
Hasil Wawancara Calon Hakim Agung: Konsep Kurangi Hukuman Koruptor hingga Persoalan Kepercayaan Publik

Hasil Wawancara Calon Hakim Agung: Konsep Kurangi Hukuman Koruptor hingga Persoalan Kepercayaan Publik

Nasional
Periksa Dedi Mulyadi, KPK Dalami Aliran Dana Bantuan Provinsi untuk Indramayu

Periksa Dedi Mulyadi, KPK Dalami Aliran Dana Bantuan Provinsi untuk Indramayu

Nasional
Hasil Penelusuran PPATK: Rekening Anak Akidi Tio Tak Sampai Rp 2 Triliun

Hasil Penelusuran PPATK: Rekening Anak Akidi Tio Tak Sampai Rp 2 Triliun

Nasional
ICW Desak Sidang Etik terhadap Lili Pintauli Dilakukan secara Obyektif dan Independen

ICW Desak Sidang Etik terhadap Lili Pintauli Dilakukan secara Obyektif dan Independen

Nasional
Ibu Hamil, Perhatikan Tips Ini Sebelum Melakukan Vaksinasi Covid-19...

Ibu Hamil, Perhatikan Tips Ini Sebelum Melakukan Vaksinasi Covid-19...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X