Wacana Koalisi PDI-P dan Gerindra, Nasdem: Sah Saja, Dinamika Partai Berbeda

Kompas.com - 28/05/2021, 09:53 WIB
Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya di Kompleks Parlemen, Selatan, Jakarta, Senin (2/12/2019). KOMPAS.com/Dian Erika Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya di Kompleks Parlemen, Selatan, Jakarta, Senin (2/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem menanggapi beredarnya kabar bahwa Partai Gerindra membuka peluang berkoalisi dengan PDI-P dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, partainya melihat wacana tersebut sah-sah saja karena merupakan bagian dari dinamika partai politik.

"Ya kan dinamika partai masing-masing berbeda. Nah, partai sebagai instrumen mengajukan tentu sah-sah saja," kata Willy dalam keterangannya, Kamis (27/5/2021).

Justru, Willy menilai bahwa semakin dini koalisi terbentuk, maka semakin bagus pula. Sebab, hal itu tidak menjadi sesuatu yang terkesan dadakan dibuat.

Baca juga: Gerindra Buka Peluang Usung Prabowo Bersama PDI-P di Pilpres 2024

Menurut dia, terkait persiapan partai berkoalisi untuk mengusung capres dan calon wakil presiden (cawapres) akan tergantung pertimbangan masing-masing partai.

"Nah, Nasdem mencoba menjadi partai yang membuka diri untuk publik, mengedepankan putra-putri terbaik, artinya Nasdem menyiapkan diri sebagai satu instrumen publik," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Willy mengatakan, tentu dalam membentuk koalisi partai untuk pilpres dibutuhkan waktu. Ia pun menyadari, dalam menuju Pilpres 2024, Partai Nasdem tidak bisa bergerak sendiri.

"Tentu kami harus bekerja bersamaan sekaligus. Melakukan rekrutmen secara terbuka yang selama ini metodenya konvensi dan membangun koalisi ini harus memenuhi syarat mengajukan capres-cawapres," ucap dia.

Baca juga: Presiden PKS Sebut Anies Berpeluang Menang pada Pilpres 2024

Oleh karena itu, Willy menekankan bahwa hingga kini Partai Nasdem belum berpikir mengenai calon presiden atau calon wakil presiden dari kadernya.

Hal itu karena menurut dia, politik adalah sesuatu yang dinamis. Ia juga berpendapat, dinamika politik sangat cenderung akrobatik.

"Jadi, kalau ada partai yang sudah siap sejak awal, kita harus apresiasi itu. Jadi publik aware," tuturnya.

Selain itu, Willy mengatakan bahwa di satu sisi, Partai Nasdem ingin melakukan talent scouting dan grooming.

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan karena ketersediaan panggung bagi para kandidat sangat terbatas.

"Sejauh ini, panggung hanya dimiliki kepala daerah, ketum parpol. Mereka yang akademisi, seniman, profesional, aktivis itu tidak memiliki panggung sama sekali," kata dia.

Baca juga: Pengamat: Ada Kekhawatiran Trah Soekarno Tenggelam Saat Pilpres 2024

Untuk itu, Willy menilai bahwa konvensi dapat menerabas sekat-sekat tersebut untuk kemudian melahirkan panggung yang lebih terbuka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.