Kompas.com - 27/05/2021, 14:28 WIB
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat memaparkan hasil survei di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTODirektur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat memaparkan hasil survei di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai ada kekhawatiran trah Presiden Soekarno tenggelam saat kontestasi Pilpres 2024.

Pandangan ini ia sampaikan terkait mengemukanya konflik terkait Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Adi, PDI-P sedang melihat kans atau peluang Puan Maharani untuk dicalonkan saat pilpres.

"Ini sepertinya ada kekhawatiran bahwa trah Soekarno akan tenggelam dalam pencapresan. Suka tidak suka PDI-P tumbuh dan berkembang karena trah Soekarno," ujar Adi kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Ketua DPP PDI-P Persilakan jika Ganjar Ingin Pindah Parpol untuk Pilpres

Adi mengatakan, kekhawatiran itu wajar mengingat pada Pilpres 2014 dan 2019, Joko Widodo berhasil dapat memenangkan kontestasi. Sedangkan, Jokowi bukan bagian dari keluarga Soekarno.

Sementara pada Pilpres 2024 nanti, Ganjar memiliki peluang yang pernah dimiliki Jokowi pada 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau 2024 trah Soekarno tidak maju mencalonkan diri, maka akan digantikan oleh figur-figur lain, dan sosoknya ada di Ganjar. Maka upaya bersih-bersih dilakukan," imbuhnya.

Di sisi lain, Adi menyarankan PDI-P mencalonkan Puan sebagai presiden pada 2024, bukan calon wakil presiden.

Pasalnya, beredar isu jika Puan yang dipilih untuk maju, maka putri Megawati Soekarnoputri itu akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres.

"Agak aneh jika Puan diajukan sebagai cawapres. Itu akan menurunkan standar PDI-P sebagai partai penguasa. Kalau memang mau, ajukan Puan sebagai capres dan sekalian saja bertarung secara terbuka," katanya.

Baca juga: Ingin Fokus Urus Covid-19, Ganjar Serahkan Polemik Tak Diundang ke Acara Puan ke Megawati

Sebelumnya, Ketua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mempersilakan Ganjar jika hendak mengambil langkah dengan pindah ke partai lain terkait pencapresan 2024.

Hal ini ia ungkapkan saat ditanya mengenai peluang Ganjar diusung sebagai capres oleh partai lain. Bambang mencontohkan sikap partainya terkait mantan Bupati Kebumen Rustriningsih yang pindah partai.

"Bahwa bu Rustri kader PDI-P, itu srikandinya Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI-P). Ibu statement di Jawa Tengah, 'Ini Srikandiku', tapi kemudian Bu Rustri pindah dengan partai lain. Ibu marah enggak? Saya enggak tahu persoalan Ibu, tapi ada Enggak ibu statement marah? Enggak ada," kata Bambang, dikutip Tribunnews.com, Selasa (25/5/2021).

"Boleh enggak? Ya monggo kalau orangnya (Ganjar) mau monggo. Sudah banyak contoh kok," tambah dia.

Bambang menegaskan, keputusan mengenai calon yang akan diusung PDI-P pada Pilpres 2024 berada di tangan Megawati Soekarnoputri.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Nasional
Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Nasional
Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

Nasional
Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Nasional
Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Nasional
Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Nasional
Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Nasional
Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Nasional
Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Nasional
Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

Nasional
Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Nasional
Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.