Kompas.com - 28/04/2021, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut (AL) mengklaim kapal selam KRI Nanggala-402 aktif menjalani latihan pada tiga tahun terakhir sebelum tenggelam di perairan utara Bali.

Selama kurun 2018 sampai dengan 2021, KRI Nanggala-402 tercatat sudah melaksanakan latihan dan operasi antara lain Latihan Operasi Komodo Jaya 18, Dukungan Latihan Passusla, Latihan Armada Jaya 19, dan Latihan Armada 20.

Kemudian dukungan Peperangan Laut Khusus, Dukungan Latopslagab 20 dan Operasi Komodo Jaya serta latihan rutin secara internal yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Baca juga: Belajar dari Tragedi KRI Nanggala-402

Klaim ini juga sekaligus sebagai klarifikasi atas pemberitaan surat kabar Korea Selatan Hankook llbo yang menyebut KRI Nanggala-402 tidak pernah latihan dalam tiga tahun terakhir ini.

"Berkaitan dengan isi berita tersebut tidak sesuai dengan fakta kenyataan di mana sebenarnya selama tiga tahun terakhir kapal KRI Nanggala-402 termasuk kapal perang yang aktif melaksanakan latihan dan operasi," demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) yang diterima Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, klaim ini juga diperkuat dengan pernyataan Komandan KRI Nanggala-402 sebelumnya, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal.

Pada 2019, Yulius menyebut KRI Nanggala-402 berlayar ke Natuna, Kepulauan Riau, untuk menghadiri peresmian Satuan TNI Terintegrasi.

Dikutip dari Tribunnews.com, surat kabar utama Korea Selatan Hankook Ilbo membeberkan fakta yang mengejutkan tentang KRI Nanggala-402 yang dinyatakan subsunk (tenggelam) di perairan utara Bali pada kedalaman 838 meter.

Media tersebut menyebut KRI Nanggala-402 tidak pernah menjalani latihan dalam tiga tahun terakhir ini.

"Kapal selam Angkatan Laut Indonesia buatan Jerman yang hilang setelah membawa 53 orang itu ternyata menjalani latihan paksa," tulisnya, dikutip pada Senin (26/4/2021).

Koresponden Chanyu Go yang melaporkan dari Jakarta itu menuliskan, sulit untuk meyakinkan bahwa kapal selam tua, yang memiliki umur panjang dan belum dirawat dengan baik, telah dimobilisasi untuk latihan peluncuran torpedo.

"Bahkan kapal selam tersebut diketahui tidak pernah menjalani pelatihan kapal selama selama tiga tahun terakhir," tulisnya.

Baca juga: Ini Metode yang Akan Digunakan TNI AL untuk Evakuasi KRI Nanggala-402

Hankook Ilbo melaporkan bahwa, KRI Nanggala-402 menjalani latihan simulasi untuk memeriksa fungsi peluncuran torpedo.

Media itu juga mengutip pernyataan seorang ahli kapal selam, yang mengatakan kemungkinan air laut masuk melalui pipa torpedo.

"Atau karena itu adalah kapal selam yang sangat tua, sistem perpipaan air laut bisa tidak tahan tekanan air,” kata ahli tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.