Dukung Festival HAM 2021, Moeldoko: Persoalan HAM Tidak Cukup Hanya Diatasi Pemerintah

Kompas.com - 28/04/2021, 13:35 WIB
Kepala Staf Presiden, Moeldoko, di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021). KOMPAS.com/RODERICK ADRIANKepala Staf Presiden, Moeldoko, di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bersama Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Pemerintah Kota Semarang, dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menandatangani perjanjian atau memorandum of understanding (MoU) Festival HAM 2021.

Nantinya, Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Festival HAM 2021.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo.

"KSP berikan apresiasi kepada semua pihak, karena Festival HAM 2021 bisa segera kita tanda tangani di tengah kondisi Covid-19 yang kita paham bahwa belum sepenuhnya bisa diselesaikan secara tuntas," kata Moeldoko dalam konferensi pers, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Kapolri dan Komnas HAM Teken Nota Kesepahaman soal Penegakan Hak Asasi

Moeldoko mengatakan, kehadiran Festival HAM 2021 menunjukkan sinergitas kuat antara pemerintah dan seluruh elemen di masyarakat.

Ia mengatakan, HAM merupakan persoalan yang tidak bisa hanya diatasi pemerintah atau lembaga tertentu saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Persoalan HAM tidak cukup bisa diatasi oleh satu sisi, satu lembaga, apalagi hanya oleh pemerintah. Persoalan HAM adalah persoalan kita semua, maka kita semua harus turun bersama sama, bukan untuk saling menyalahkan, tapi saling berikan kontribusi," ujarnya.

Menurut Moeldoko, implementasi HAM saat ini sudah cukup baik. Ia mengatakan, orang di luar negeri menghormati penerapan HAM di Indonesia.

Baca juga: Moeldoko: Kegiatan KKB Bisa Dikategorikan Terorisme

Ia berharap melalui Fesival HAM 2021 semakin banyak orang memahami esensi dari HAM.

"Melalui Festival HAM ini kita mencoba memahami HAM itu jangan seperti orang ketakutan. Begitu dengar HAM takut, bukan itu," ucapnya.

Tema yang akan diusung dalam Festival HAM tahun ini adalah “Bergerak Bersama Memperkuat Kebinekaan, Inklusi dan Resiliensi”.

Oleh karena itu, Moeldoko berharap festival tersebut dapat semakin membangun nilai toleransi dalam keberagaman di masyarakat.

"Harus bisa membangun kebinekaan baru kepada publik, kepada masayarakat bahwa kita itu memang kondisinya seperti ini," kata dia.

"Enggak bisa lagi diseragamkan, wong ini udah takdir Tuhan seperti ini kok mau diseragamkan, bagaimana ceritanya," ucap Moeldoko.

Baca juga: Bahas Keamanan di Papua, Moeldoko: Operasi di Sana Perlu Dievaluasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Nasional
Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Nasional
Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Nasional
Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

Nasional
Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

Nasional
UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

Nasional
BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

Nasional
Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X