Atasi Intoleransi, Jokowi Minta Menag Bangun Rumah Tampung di 4 Perguruan Tinggi

Kompas.com - 19/04/2021, 17:12 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas (Dokumen Kemenag) KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas (Dokumen Kemenag)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah memberikan arahan untuk membuat Rumah Tampung di empat perguruan tinggi.

Menurut dia, rumah tersebut nantinya digunakan untuk mengatasi masalah intoleransi, terutama di sektor perguruan tinggi melalui pendidikan kebangsaan dan moderasi beragama.

"Insya Allah pada tahun ajaran baru nanti Rumah Tampung ini sudah bisa dimanfaatkan dalam upaya meminimalisir upaya indoktrinasi di kalangan mahasiswa," kata Yaqut dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Senin (19/4/2021).

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Akan Bersikap Tegas pada Segala Bentuk Intoleransi

Adapun empat perguruan tinggi yang akan menyiapkan Rumah Tampung tersebut yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, terkait upaya untuk mengurangi terorisme dan intoleransi di Indonesia, Yaqut mengatakan, hal yang perlu dilakukan adalah mengakui tindakan tersebut lahir dari cara memahami agama yang salah.

Dalam mengatasi masalah bangsa ini, kata dia, Kemenag tidak bisa berjalan sendiri.

Kemenag, menurut Yaqut, dan harus mengatasi masalah ini bersama stakeholders lain seperti Badan Intelijen Negera (BIN), Polri, Densus 88, TNI.

Baca juga: Ramadhan, Madrasah Moderasi Agama

Kemudian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

"Jika ada kesalahan dalam pemahaman agama maka perlu ada upaya bersama-sama untuk memperbaikinya. Ke depan Kemenag sudah dilibatkan dalam penanganan intoleransi ini," ujar dia.

"Mudah-mudahan dengan itu penanganan terorisme dan intoleransi di Indonesia dapat dilakukan secara komprehensif. Kami di Kemenag akan melakukannya dengan soft power," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X