Elektabilitas AHY Unggul Dibanding Prabowo Versi Survei, Demokrat Tak Ingin Berpuas Diri

Kompas.com - 11/04/2021, 20:30 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). AHY menyatakan bahwa Moeldoko saat ini mencari pembenaran atas kebohongan yang terus dilakukannya bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). AHY menyatakan bahwa Moeldoko saat ini mencari pembenaran atas kebohongan yang terus dilakukannya bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Komunikasi Strategi DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan, pihaknya tak ingin berpuas diri melihat hasil survei Indonesia Politik Opinion (IPO).

Berdasarkan hasil survei lembaga tersebut, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono unggul dari Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

“Malah hasil ini membuat kami semakin terpacu mengingat meningkatnya rasa percaya, kepercayaan dari masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kami,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, saat ini Partai Demokrat masih fokus untuk ikut serta dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Soal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, kata dia, masih belum dipikirkan oleh Partai Demokrat.

“Masih terlalu dini bagi kami berpikir ke arah sana di tengah situasi berat yang dialami rakyat akibat pandemi ini,” tuturnya.

Baca juga: Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Meski demikian, Herzaky menilai, meningkatnya elektabilitas para tokoh politik muda menggambarkan keinginan masyarakat untuk melihat pemimpin baru.

Tampilnya para tokoh-tokoh ini diharapkan dapat memberikan ide-ide segar untuk menyelesaikan segala persoalan negara.

“Tampilnya pemimpin muda ke pentas nasional, diharapkan bisa memberikan ide segar yang out of the box, tapi tentu tetap menginjak bumi, sehingga bisa memberikan solusi yang bukan saja baik secara konsep, melainkan juga benar-benar dapat diterapkan dan bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi hasil survei IPO pada 10 April 2021, mencatatkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas paling tinggi, dengan raihan 15,8 persen.

Peringkat kedua adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tingkat keterpilihan 12,6 persen.

Pada posisi ketiga hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan tingkat keterplihan 9,5 persen. Peringkat keempat adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan tingkat keterpilihan 7.9 persen.

Kemudian menyusul nama AHY di peringkat kelima dengan tingkat keterpilihan 7,1 persen. Peringkat keenam dihuni Prabowo Subianto dengan tingkat keterpilihan 5,7 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X