Kompas.com - 01/04/2021, 18:51 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), belum ada sosok yang meyakinkan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Begitu juga dengan sosok Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, Prabowo baru mendapat dukungan spontan sebanyak 13,4 persen responden pada survei Maret 2021.

Elektabilitas Prabowo ini masih jauh dibandingkan perolehan Presiden Joko Widodo pada tiga tahun menjelang Pilpres 2019, yakni sekitar 30 persen.

"Belum ada alternatif yang meyakinkan sejauh ini. Prabowo yang sudah beberapa kali menjadi calon presiden dan wakil presiden, pada survei Maret 2021 ini baru mendapat dukungan spontan hanya 13,4 persen," kata Sirojudin, dalam rilis SMRC secara daring, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Survei SMRC: Simulasi Elektabilitas Capres, Suara Jokowi Akan Beralih ke Ganjar

Sirojudin mengatakan, dukungan terhadap Prabowo secara spontan pada tiga tahun menjelang Pilpres 2024 kurang lebih sama saat sebelum Pilpres 2019, dengan rata-rata sekitar 11 persen.

Hal itu mengindikasikan peluang Prabowo pada Pilpres 2024 tidak lebih baik dari Pemilu 2019.

Kendati demikian, berdasarkan hasil survei, Prabowo unggul dalam top of mind pertanyaan kepada responden terkait calon presiden.

Pertama, survei SMRC memberikan pertanyaan semi terbuka dengan 42 nama. Menteri Pertahanan itu menempati urutan pertama dengan perolehan 20 persen.

Baca juga: Survei SMRC: PDI-P Miliki Dukungan Terbesar di Masyarakat, Nasdem Turun 5 Persen

Disusul Anies Baswedan 11,2 persen, Ganjar Pranowo 8,8 persen, Sandiaga Uno 5 persen dan Ridwan Kamil 4,8 persen.

Selanjutnya, Basuki Tjahaja Purnama 4,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen dan Tri Rismaharini 3,1 persen.

Prabowo juga menempati posisi teratas saat simulasi survei dengan menyajikan 15 nama.

Namun, elektabilitas Prabowo tidak signifikan. Ia dipilih oleh 20,8 persen responden, hanya naik 0,8 persen dari simulasi dengan 42 nama.

"Ternyata pak Prabowo juga tidak mengalami peningkatan signifikan. Sekarang dengan 15 nama, beliau masih tetap 20 persen, hanya selisih 0,8 persen," kata Sirojudin.

Baca juga: Survei SMRC: 69,2 Persen Puas dengan Kerja Pemerintah Tangani Covid-19

Selain itu, survei SMRC juga menunjukkan tingkat popularitas sejumlah tokoh. Prabowo  masih menempati posisi teratas dengan 96 persen.

Menurut Sirojudin, hampir semua warga tahu Prabowo. Namun, tak menutup kemungkinan masyarakat tahu tokoh lainnya seperti Sandiaga Uno, Anies Baswedan, AHY, Ridwan Kamil, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan lain-lain.

Kemudian, ketika survei mengerucut ke tujuh nama yang dikenal masyarakat, Prabowo berada di posisi ketiga, di bawah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Ganjar memiliki 20,8 persen suara, Anies 15,7 persen dan Prabowo 14,2 persen.

Selain itu, apabila nama Presiden Jokowi kemudian dihilangkan dalam calon presiden, perolehan suara Jokowi akan beralih ke Ganjar Pranowo.

Survei SMRC ini dilakukan pada 28 Februari sampai 8 Maret 2021 dengan responden sebanyak 1.064 orang.

Populasi survei yakni seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Nasional
Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Nasional
Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Nasional
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Nasional
Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Nasional
Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Nasional
Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Nasional
Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Nasional
Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Nasional
Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Nasional
3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

Nasional
Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Jokowi ke Kepala Daerah Se-Indonesia: Hati-hati Pasca-Lebaran

Nasional
UPDATE 18 Mei: 4.185 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Terbanyak dengan 1.119 Kasus

UPDATE 18 Mei: 4.185 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Terbanyak dengan 1.119 Kasus

Nasional
UPDATE 18 Mei: Tambah 79.748, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.632.435

UPDATE 18 Mei: Tambah 79.748, Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.632.435

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X