Fraksi PKS Beri Bantuan Tiga Daerah Bencana dengan Potong Gaji Anggota

Kompas.com - 03/02/2021, 14:30 WIB
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya menggunakan opsi potong gaji anggota untuk membantu para korban bencana alam di tiga daerah yakni Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur (Jember).

Menurut Jazuli, potong gaji untuk memberi bantuan dinilai PKS perlu dilakukan sebagai rasa tanggung jawab dan keprihatinan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

"Karena itu kami pimpinan fraksi sepakat ambil keputusan seluruh anggota dewan PKS dari pusat sampai daerah. Kami minta dipotong gajinya untuk bulan Januari," kata Jazuli dalam konferensi pers yang dipantau secara daring oleh Kompas.com, Rabu (3/2/2021).

"Kemudian yang terlanjur sudah habis gajinya di Januari ini, akan dipotong di bulan berikutnya, Februari," ucapnya.

Baca juga: Mardani: PKS Dorong Pilkada 2022 dan 2023

Ia mengungkapkan, tidak ada satu pun anggota fraksi yang melakukan protes ketika gajinya dipotong.

Menurut dia, semua anggota sepakat dan ikhlas pemotongan gaji dilakukan. Sebab, kata dia, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang juga merupakan pemilih para anggota fraksi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika ada bencana, kami langsung secara kompak dan tidak ada protes seluruh anggota dewan ketika gajinya dipotong," ujarnya.

Para anggota, lanjut dia, telah berpartisipasi aktif dalam membantu para korban bencana.

Baca juga: PKS Usul Ambang Batas Pencalonan Presiden Diturunkan Jadi 10 Persen

Jazuli mengatakan, partisipasi tersebut dilakukan dengan cara berbeda. Ada yang berinisiatif memberikan sumbangan melalui fraksi pusat, maupun mendatangi lokasi bencana secara langsung.

"Ada juga yang saking ikhlasnya tidak melaporkan bantuan. Kami sadar bahwa kami harus hadir. Maka tidak etis apabila ketika ada bencana, kami hanya ongkang-ongkang kaki," ucap Jazuli.

Adapun bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada Ketua Badan Pembinaan Wilayah DPP PKS Kalimantan Alifudin. Bantuan tersebut diserahkan oleh Jazuli pada pukul 13.30 WIB.

Baca juga: PKS Setuju Revisi UU Pemilu Atur Pelaksanaan Pilkada 2022 dan 2023

Seperti diketahui, beberapa daerah di Indonesia mengalami berbagai bencana alam di awal Januari 2021.

Mulai dari gempa bumi di Kabupaten Majene dan berdampak hingga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kemudian, banjir melanda Kalimantan Selatan. 

Dan terakhir, menutup Januari 2021, terjadi bencana banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur pada 29 Januari 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Nasional
Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Nasional
Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Nasional
UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Nasional
Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Nasional
Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Nasional
Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Nasional
Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Nasional
Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X