Soal Vaksin Covid-19, Menlu China: Kami Masih Kesulitan tapi Tak Ragu Tanggapi Kebutuhan Indonesia

Kompas.com - 14/01/2021, 11:10 WIB
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.
AFP/ROMAN PILIPEYMenteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri China Wang Yi memastikan bahwa pihaknya tak ragu menanggapi kebutuhan Indonesia terkait vaksin Covid-19.

Di tengah kesulitan yang masih dialami China, kata dia, pihaknya memastikan bahwa Indonesia tetap akan dibantu dalam penyediaan vaksin tersebut.

"Kami masih mengatasi kesulitan kami dan tidak ragu untuk menanggapi kebutuhan Indonesia untuk memberikan vaksin kepada teman-teman kami di Indonesia," ujar Wang Yi dalam sambutannya saat bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rabu (13/1/2021).

Wang Yi mengatakan, kedua negara telah saling mendukung dengan penyediaan pasokan medis dan pengalaman diagnostik di China meskipun terjadi peningkatan tajam dan permintaan vaksin.

Baca juga: Setelah 8 Bulan, China Kembali Laporkan Korban Meninggal Covid-19

Menurut dia, dukungan satu sama lain yang diberikan itu juga telah dibahas oleh Presiden China Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah berbicara tiga kali di telepon terkait masa depan hubungan kedua negara.

Termasuk dirinya yang juga telah saling berkunjung dengan Menteri Retno dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Setelah Covid-19 menyerang, kami telah saling mendukung dan terlibat dalam kerja sama aktif terkait Covid-19," kata dia.

Adapun dalam kunjungannya kali ini, Wang Yi mengatakan, pihaknya mengimplementasikan kesepakatan yang dicapai oleh Presiden kedua negara.

Antara lain China bersiap untuk terus melakukan kerja sama pembelian dan produksi pengembangan penelitian vaksin dengan Indonesia.

Baca juga: Menlu RI dan China Bertemu di Jakarta, Hasilkan 2 MoU dan Bahas Sejumlah Isu

"Berdasarkan kesuksesan tersebut, kami telah menjalani uji klinis fase ketiga untuk mendukung Indonesia dalam membangun dirinya menjadi pusat produksi vaksin regional dan menuju membangun komunitas kesehatan global untuk semua," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar dapat memperluas impor dari Indonesia dan investasi China di Indonesia.

Dengan demikian, kata dia, maka pertumbuhan perdagangan yang lebih sehat dan seimbang antara kedua negara dapat terwujud.

Diketahui, Indonesia telah membeli vaksin Covid-19 produksi China, yakni Sinovac.

Setelah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksinasi nasional vaksin tersebut pun mulai dilaksanakan pada Rabu (13/1/2021) yang ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Nasional
Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Nasional
Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Nasional
Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Nasional
Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Nasional
Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 2 Direktur sebagai Saksi

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 2 Direktur sebagai Saksi

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Edhy Prabowo

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Edhy Prabowo

Nasional
Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI dalam Kontak Tembak dengan KKB

Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI dalam Kontak Tembak dengan KKB

Nasional
Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang ke Sejumlah Pihak di Kemensos

Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang ke Sejumlah Pihak di Kemensos

Nasional
Kasus Proyek Jembatan, KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Eks Bupati Kampar

Kasus Proyek Jembatan, KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Eks Bupati Kampar

Nasional
Penjelasan Polri soal Pam Swakarsa yang Diwacanakan Calon Kapolri Listyo Sigit

Penjelasan Polri soal Pam Swakarsa yang Diwacanakan Calon Kapolri Listyo Sigit

Nasional
Satgas: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Mengkhawatirkan, DKI Lebih dari 80 Persen

Satgas: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Mengkhawatirkan, DKI Lebih dari 80 Persen

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo

KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo

Nasional
KPU dan Kemenkes Sudah Bahas Rencana Penggunaan Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

KPU dan Kemenkes Sudah Bahas Rencana Penggunaan Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X