Menlu RI dan China Bertemu di Jakarta, Hasilkan 2 MoU dan Bahas Sejumlah Isu

Kompas.com - 13/01/2021, 18:15 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/9/2020). Rapat membahas diplomasi vaksin virus Corona (COVID-19), perlindungan WNI di masa pandemi, dan perdagangan Indonesia di masa pandemi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMenteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/9/2020). Rapat membahas diplomasi vaksin virus Corona (COVID-19), perlindungan WNI di masa pandemi, dan perdagangan Indonesia di masa pandemi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima Menteri Luar Negeri Republik Rakyat China (RRC) Wang Yi di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Selain menyaksikan penandatangan dua kerja sama, yakni memorandum of understanding (MoU) terkait peningkatan kegiatan bersama Kementerian Luar Negeri kedua negara serta MoM Pre-Feasibility Study Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur, pertemuan juga membahas sejumlah isu penting.

Retno mengatakan, kerja sama di bidang kesehatan dan ekonomi menjadi topik utama pembicaraan karena tahun 2021 pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan kedua negara.

Baca juga: Dua Perusahaan Milik Jack Ma Dikabarkan Akan Dinasionalisasi oleh China

"Oleh karena itu, kerja sama kesehatan dan ekonomi menjadi topik utama pembicaraan. Selain itu, isu mengenai stabilitas dan keamanan kawasan juga dibahas," kata Retno dalam sambutannya.

Ia mengatakan, perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat bagi pembangunan serta pemulihan pasca pandemi.

Dari pertemuan tersebut, ada sejumlah hal yang dibahas kedua belah pihak.

Antara lain kerja sama untuk membangun ketahanan kesehatan. Pembahasan ini lanjutan dari langkah kedua negara yang sejak awal pandemi Covid-19, telah bekerja sama di bidang penyediaan alat diagnostik, teurapatik, dan vaksin.

"Saya menyampaikan rencana Indonesia untuk membangun ketahanan kesehatan nasional melalui kemandirian industri obat, bahan baku obat dan alat kesehatan," kata dia.

Terkait kerja sama ekonomi, Retno menyampaikan bahwa upaya meningkatkan perdagangan dan lebih seimbang perlu dilakukan.

Salah satunya tentang naiknya ekspor Indonesia ke China pada  2020 yang mencapai lebih dari 10 persen di tengah guncangan ekonomi global akibat pandemi.

Termasuk pentingnya mengatasi halangan dalam perdagangan, terutama akses pasar bagi ekspor unggulan Indonesia ke China. Misalnya produk perikanan, buah tropis, sarang burung walet, dan kelapa sawit.

"Kemudian pentingnya terus meningkatkan kerja sama investasi yang berkualitas, bersahabat dengan lingkungan, dan yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia," kata dia.

Baca juga: Indonesia-China Tandatangani Kerja Sama soal Vaksin hingga OBOR

Salah satu contohnya adalah penandatanganan dokumen feasibility study Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur yang baru saja dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan banjir dan mengairi lahan pertanian di kawasan tersebut.

Selain itu, keduanya juga membahas tentang isu perlindungan anak buah kapal (ABK) Indonesia, yang bekerja di kapal-kapal ikan China, konsep serta implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, serta pentingnya menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Nasional
Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Nasional
Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Nasional
Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

Nasional
KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Nasional
Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Nasional
Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Nasional
Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Nasional
IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

Nasional
Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X