Update 779.548 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Darurat Kapasitas Rumah Sakit

Kompas.com - 06/01/2021, 06:07 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan peralatan kesehatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari sepuluh bulan pandemi berjalan di Indonesia, belum ada tanda-tanda penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, terhitung sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Bahkan, kasus harian melampaui 6.000 orang dan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 mulai menipis.

Pemerintah melaporkan hingga Selasa (5/1/2021), ada penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 7.445 kasus.

Dengan demikian, total kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 779.548 orang.

Menurut data Satgas Covid-19, sebanyak 7.445 kasus baru Covid-19 ini didapatkan dari pemeriksaan 60.520 spesimen dari 38.309 orang yang diambil sampelnya dalam periode 4-5 Januari 2021.

Baca juga: Jubir Satgas: Kapasitas RS Pasien Covid-19 Menipis, Kita dalam Kondisi Darurat

Secara kumulatif, jumlah spesimen yang telah diperiksa yaitu 7.557.380 spesimen dari 5.061.283 orang yang diambil sampelnya.

Sementara itu, kasus baru Covid-19 tersebut tersebar di 34 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus tertinggi yaitu sebanyak 1.824 kasus baru.

Menyusul Jawa Barat sebanyak 1.100 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 996 kasus baru, Jawa Timur sebanyak 727 kasus baru dan Sulawesi Selatan sebanyak 639 kasus baru.

Angka kematian meningkat

Angka kematian akibat Covid-19 bertambah 198 orang. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang meninggal dunia kini mencapai 23.109 orang.

Berdasarkan data per 5 Januari 2021, Jawa Timur menjadi provinsi yang mencatatkan kenaikan angka kematian pasien Covid-19 tertinggi.

Kenaikan angka ini mencapai 53 kasus, dari 373 kasus pada minggu lalu menjadi 426 kasus di pekan ini.

Baca juga: Daftar 101 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta

Kemudian, angka kematian di Kalimantan Utara naik 20 kasus, dari 2 menjadi 22 kasus. Lalu, DKI Jakarta naik 20 kasus, dari 117 menjadi 137 kasus.

Selanjutnya, Sulawesi Tenggara naik 15 kasus, dari 7 menjadi 22 kasus. Terakhir, Lampung naik 12 kasus, dari 14 menjadi 26 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, semua pihak mesti bekerja sama dalam menekan angka kematian akibat Covid-19.

Ia juga mengatakan, data angka kematian tersebut menunjukkan kualitas penanganan pasien positif Covid-19 masih fluktuatif.

Selain itu, kerap kali pasien positif Covid-19 terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik lantaran proses rujukan perawatan pasien Covid-19 cukup panjang.

Oleh karenanya, ia meminta agar dilakukan pembenahan.

"Saya mohon pemerintah bersama dinas kesehatan mempersingkat alur rujukan perawatan pasien Covid-19 seefisien mungkin agar betul-betul kasus bisa ditekan," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Kapasitas RS Menipis karena Corona, Kapan Sebaiknya Seseorang Datang untuk Periksa?

Sementara itu, angka kesembuhan pasien Covid juga bertambah 6.643 orang, sehingga total pasien sembuh kini mencapai 645.746 orang.

Kapasitas RS menipis

Wiku juga mengatakan, hingga saat ini ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi dan ICU untuk menangani pasien Covid-19 semakin menipis.

Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa kondisi pandemi di Indonesia sudah darurat.

"Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita bahwa kita saat ini dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis," ujarnya.

Wiku mengungkapkan, keterpakaian tempat tidur untuk ICU dan isolasi di beberapa daerah sudah melebihi 70 persen, dari data per 2 Januari 2020.

Kondisi ini terpantau di DKI Jakarta, Banten, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Darurat Kapasitas RS, Haruskah Tarik Rem Darurat?

Untuk itu, ia mengingatkan, yang perlu dipahami dari kondisi masih tersisanya sedikit tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini, belum tentu bisa digunakan.

Sebab, saat ini jumlah tenaga kesehatan pun terbatas.

Ia pun mengajak semua pihak mencegah penularan Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Jika masyarakat terus abai dan meninggalkan kasus baru maka tidak akan cukup fasilitas kesehatan kita untuk menanganinya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Nasional
Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Nasional
Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Nasional
Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional
BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

Nasional
Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Nasional
Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Nasional
Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Nasional
Kasus Kontroversi 'Swab Test', Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Kasus Kontroversi "Swab Test", Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Nasional
Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X