Komnas HAM Tinjau Lokasi Kamera CCTV yang Tak Berfungsi Saat Penembakan FPI

Kompas.com - 18/12/2020, 15:42 WIB
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. KOMPAS.COM/FARIDAAdegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Penyelidikan Komnas HAM meninjau lokasi kamera CCTV yang tidak berfungsi saat bentrok antara polisi dengan anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

"Melakukan pemeriksaan langsung dan pengambilan keterangan di tempat obyek yang menjadi kendala tidak berfungsinya CCTV dengan maksimal," kata Komisioner Komnas HAM selaku ketua tim, M Choirul Anam dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Anam menuturkan, pihaknya mendapat penjelasan langsung dari pihak Jasa Marga serta petugas teknisnya.

"Termasuk dipraktikkan bagaimana mereka memperlakukan obyek tersebut," ucapnya.

Baca juga: Dirut Jasa Marga Bantah CCTV Km 50 Rusak, tetapi...

Komnas HAM pun mengucapkan terima kasih kepada pihak Jasa Marga atas kerja samanya tersebut.

Anam berharap, informasi yang diperoleh timnya dapat berkontribusi untuk mengungkap peristiwa itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami masih berharap jika ada masyarakat yang mengetahui, memilki atau menguasai informasi atau apa pun yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat memberikan kepada Komnas HAM," tutur Anam.

Adapun dalam rekonstruksi pada Senin (14/12/2020) dini hari, polisi menggambarkan bahwa anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Baca juga: Jurnalis Edy Mulyadi Menolak Diperiksa Terkait Penembakan FPI, Bareskrim Surati Dewan Pers

Menurut polisi, dua anggota laskar FPI tewas setelah baku tembak. Kemudian, empat anggota laskar FPI lainnya ditembak setelah disebut mencoba merebut senjata polisi di mobil.

Namun, pihak FPI sebelumnya telah membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.