Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Kompas.com - 03/12/2020, 18:00 WIB
Warga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga provinsi mencatat penambahan kasus harian Covid-19 tertinggi pada Kamis (3/12/2020).

Ketiga provinsi tersebut adalah Papua (1.755 kasus baru), Jawa Barat (1.648 kasus baru), dan DKI Jakarta (1.153 kasus baru).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa ketiga provinsi itu sempat mengalami perbedaan data Covid-19 dengan pemerintah pusat.

"Berdasarkan hasil konsolidasi yang dilakukan pemerintah pusat, pemda dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat. Seperti Jawa Tengah, Jawa Barat dan Papua," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring pada Kamis.

Dia melanjutkan, berdasarkan data dari Kemenkes, secara total terdapat penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 8.369 pada Kamis.

Angka yang sangat tinggi ini, kata Wiku, salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan pelaporan dan validasi data dari provinsi secara realtime.

"Sebagai contoh, Papua hari ini melaporkan sejumlah 1.755 kasus. Yang mana merupakan akumulasi dari penambahan kasus positif sejak 19 November 2020 hingga hari ini," ungkap Wiku.

Baca juga: UPDATE: Ada 8.369 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catat Rekor

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada pemda yang masih memiliki perbedaan data dengan pemerintah pusat segera melakukan konsolidasi data.

"Kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langgung dengan pusat dan pemda sesegera mungkin," tambah Wiku.

Sebelumnya, Pemerintah melaporkan 8.369 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (3/12/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X