Pemerintah Luncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Pencegahan Covid-19 dalam 77 Bahasa Daerah

Kompas.com - 01/12/2020, 15:02 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meluncurkan pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dalam 77 bahasa daerah.

Peluncuran dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim secara daring, Selasa (1/12/2020).

"Pedoman perubahan perilaku dalam 77 bahasa daerah dan video pesan (dalam) bahasa ibu saya nyatakan diluncurkan," kata Nadiem, dikutip melalui akun Youtube BNPB.

Baca juga: Pemerintah Diminta Fokus Dalam Penegakan Protokol Kesehatan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Nadiem mengatakan, pesan pencegahan penyebaran Covid-19 saat ini masih perlu ditingkatkan agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Oleh karena itu, ia menyambut baik dengan peluncuran pedoman perubahan perilaku dalam 77 bahasa daerah.

"Harapan saya dengan diterjemahkan ke dalam bahasa ibu, para penutur bahasa dapat merasa lebih dekat dan dapat lebih memahami pesan pedoman tersebut," ujar dia.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tetap Terapkan 3M ketika Vaksin Sudah Diedarkan

 

Sebelumnya, sebanyak 1.125 mahasiswa dari 72 perguruan tinggi negeri dan swasta juga terjun langsung ke lingkungan rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), kelurahan, serta kecamatan untuk mengampanyekan gerakan perubahan perilaku penerapan protokol kesehatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Budaya Nizam mengatakan, sebagian mahasiswa tersebut diambil dari program Relawan Covid-19 (Recon) yang dibentuk awal April 2020.

Baca juga: Menko PMK: Protokol Kesehatan Utama Cegah Penularan Covid-19 yaitu Hindari Kerumunan

Saat itu, memang terdapat 15.000 mahasiswa berlatar belakang kesehatan seperti kedokteran, farmasi, dan lainnya, yang memberi edukasi tentang testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan).

Kemudian, sebagian lainnya berasal dari mahasiswa yang ditunjuk tiap perguruan tinggi.

“Satu dosen pembimbing mendampingi 15 mahasiswa. Dan Rabu (14/10/2020) kami sudah melakukan training sehari,” kata Nizam, dikutip dari laman covid-19.go.id, Selasa (13/10/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X