Menko PMK: Protokol Kesehatan Utama Cegah Penularan Covid-19 yaitu Hindari Kerumunan

Kompas.com - 30/11/2020, 14:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (dua dari kiri), saat melakukan kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (dua dari kiri), saat melakukan kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, menghindari kerumunan banyak orang merupakan protokol kesehatan utama yang harus dilakukan agar terhindar dari Covid-19.

Hal tersebut akan menjadi lebih efektif dengan diikuti dua protokol kesehatan lainnya, yaitu mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

" Protokol kesehatan utama untuk pencegahan penularan virus adalah menghindari kerumunan di tempat tertutup dalam waktu lama," kata Muhadjir dalam diskusi bertajuk 'Covid-19 dan Tantangan Masa Depan Indonesia' yang digelar PB HMI secara daring, pada Minggu malam (29/11), dikutip dari siaran pers.

"Asalkan protokol lainnya juga dipatuhi. Pakai masker, cuci tangan juga," lanjut dia.

Apabila menjauhi kerumunan bisa dilakukan, kata dia, maka penularan Covid-19 pun akan lebih mudah diatasi.

Baca juga: Menko PMK Ingatkan Vaksin Bukan Senjata Pamungkas Terhindar Covid-19

Muhadjir mengatakan, apabila seseorang berkumpul bersama banyak orang dalam waktu lama di ruang tertutup dengan pendingin ruangan dan banyak berbicara, maka penularan pun akan sulit dihindari.

Pasalnya, kemungkinan mikro droplet akan bertebaran di udara dan terinkubasi dalam ruangan tersebut.

"Justru di situ beberapa kasus terjadi, klaster kecil dari pertemuan tertutup yang sembrono, tidak mau mematuhi protokol kesehatan itu," kata dia.

Menurut Muhadjir, hal penting yang harus dilakukan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Sebab meskipun nantinya vaksin Covid-19 tersedia, kata dia, protokol kesehatan tetap penting dilaksanakan.

Baca juga: Angka Covid-19 Boven Digoel Rendah, Menko PMK Sebut Bisa Jadi Contoh Belajar Tatap Muka

Terlebih, vaksin Covid-19 pun dinilainya bukan senjata pamungkas untuk menghindari penyakit tersebut.

"Sebetulnya yang paling penting kembali kepada semula, yaitu disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Nasional
Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Nasional
Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nasional
AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

Nasional
KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

Nasional
AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

Nasional
AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

Nasional
Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Nasional
Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Nasional
Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Nasional
Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Nasional
Hasil Pemantauan Komnas HAM: Tidak Ada Jaminan atas Kesehatan Petugas Pascapilkada

Hasil Pemantauan Komnas HAM: Tidak Ada Jaminan atas Kesehatan Petugas Pascapilkada

Nasional
UPDATE 5 Maret: 1.114.537 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 5 Maret: 1.114.537 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 5 Maret: Kasus Suspek Covid-19 Capai 66.546

UPDATE 5 Maret: Kasus Suspek Covid-19 Capai 66.546

Nasional
UPDATE 5 Maret: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 148.356

UPDATE 5 Maret: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 148.356

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X