Moeldoko Sebut Nasib Cuti dan Libur Akhir Tahun Diputuskan Sore Ini

Kompas.com - 01/12/2020, 14:58 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan konferensi pers dampak penyebaran COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan konferensi pers dampak penyebaran COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebutkan, pemerintah akan menggelar rapat untuk membahas cuti dan libur akhir tahun 2020 pada Selasa (1/12/2020) sore ini.

Rapat di antaranya akan melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Dalam rapat tersebut akan dibahas pula surat keputusan bersama (SKB) beberapa menteri terkait hal ini.

"Nanti pukul 16.30 kami akan rapat dengan Pak Menteri Koordinator PMK. Kami akan membicarakan cuti atau libur akhir tahun dan sekaligus nanti akan ada SKB beberapa menteri," kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Peniadaan Cuti Akhir Tahun Dinilai Sia-sia jika Tanpa Sanksi bagi yang Melanggar

Moeldoko mengatakan, dalam membahas hal ini pemerintah akan mematuhi petunjuk Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang meminta agar jatah libur akhir tahun dikurangi.

Hal ini demi mencegah melonjaknya penularan virus corona yang mungkin terjadi saat libur panjang.

"Untuk libur panjang, persis sesuai dengan petunjuk, supaya disempitkan," ujarnya.

Menurut Moeldoko, semestinya sudah menjadi kesadaran bersama bahwa cuti dan libur panjang periode sebelumnya telah menyebabkan peningkatan kasus Covid-19. Pemerintah pun tak ingin hal ini terulang kembali.

Baca juga: Menko PMK: Presiden Minta Libur Akhir Tahun dan Pengganti Cuti Idul Fitri Dikurangi

Oleh karenanya, kali ini pemerintah berusaha untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Ternyata terbukti cuti yang lalu itu memang menambah jumlah yang positif dan kita tidak ingin ada munculnya sebuah klaster baru," kata Moeldoko.

"Ini juga me-reference berbagai yang terjadi di luar. Jadi berdasarkan referensi itu kita juga lebih hati-hati ke depan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jatah libur akhir tahun dan pengganti cuti Idul Fitri pada Desember dikurangi.

Baca juga: IDI Harap Pemerintah Tiadakan Libur Akhir Tahun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X