KILAS

Suami Kecelakaan Lalu Lintas, Istri: Sudah Siaga dengan Kartu JKN-KIS

Kompas.com - 24/11/2020, 08:00 WIB
Erfita Abriliyanti (35), istri anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anang Tridianto, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dok. Humas BPJS KesehatanErfita Abriliyanti (35), istri anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anang Tridianto, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS).

KOMPAS.com - Erfita Abriliyanti (35) tak menyangka bahwa kejadian malang tiba-tiba menimpa suaminya, Anang Tridianto. Seminggu yang lalu, Anang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Akibatnya, sang suami harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat hingga lebih kurang 5 hari.

Saat itu, Erfita yang mendampingi awalnya merasa risau. Sebab, selain memikirkan kondisi sang suami, juga harus memikirkan biaya perawatan.

Namun, seketika kerisauan yang dialami Ernita sirna saat mengurus administrasi rawat inap.

“Ketika di bagian administrasi petugas meminta kartu jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Petugas menerangkan jika perawatan suami saya bisa dijamin Jasa Raharja dan juga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan," katanya seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Kesehatan Keluarga Dijamin JKN-KIS, Bapak Ini Mengaku Lebih Tenang

Setelah itu, lanjut dia, dirinya diminta untuk mengurus pembuatan laporan kecelakaan ke Satlantas dan menyerahkan ke pihak administrasi.

"Prosesnya sangat mudah, dan suami juga langsung mendapat tindakan,” ungkap ibu dua anak ini dengan lega.

Sebagai informasi, dalam kejadian kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja merupakan lembaga yang berwenang menangani kerugian akibat kecelakaan lalu lintas sebagai penjamin pertama.

Jika ada selisih biaya, maka BPJS Kesehatan sebagai penjamin kedua yang menanggung biaya selisih tersebut.

Bagi Erfita, tidak hanya kali ini Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membantu biaya perawatan kesehatan keluarganya.

Baca juga: Berkat BPJS Kesehatan, Pria Asal Pandeglang ini Operasi Bedah Kepala secara Gratis

Saat menjalani persalinan kedua anakya, biaya perawatan juga dijamin BPJS Kesehatan. Ia pun pernah menggunakan untuk berobat anaknya ketika demam ke klinik terdaftar.

"Hati saya tenang, karena sudah siaga dengan kartu KIS ini,” terang Erfita.

Sebagai seorang istri anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang selalu mendampingi ke mana pun suami bertugas, memiliki asuransi kesehatan seperti JKN-KIS bagi Erfita sangat penting.

Menurutnya, asuransi program pemerintah ini penting dan dibutuhkan oleh setiap orang untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu mengalami sakit atau kecelakaan.

Apalagi JKN-KIS bisa digunakan di mana saja tidak terpaku pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau domisili peserta tersebut.

Baca juga: Lewat Aplikasi P-Care, BPJS Kesehatan Pastikan Vaksinasi Covid-19 Bakal Berjalan Lancar

“Saya sudah gunakan saat suami bertugas di Sulawesi dan Jember. Akses pelayanan kesehatan yang kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga sangat luas," tuturnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

Nasional
Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Nasional
AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

Nasional
AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Nasional
Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Nasional
Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nasional
AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

Nasional
KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

Nasional
AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

Nasional
AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

Nasional
Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Nasional
Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Nasional
Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Nasional
Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X