Kompas.com - 23/11/2020, 14:34 WIB
Petani memasukan gabah ke karung di persawahan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (23/11/2020). Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara mencatat rata-rata membeli beras petani sekitar 200 hingga 300 ton per harinya sedangkan serapan beras Januari sampai Oktober tercatat 17.600 ton dengan target serapan di tahun 2020 sebesar 20 ribu ton. ANTARA FOTO/Jojon/hp. ANTARA FOTO/JOJONPetani memasukan gabah ke karung di persawahan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (23/11/2020). Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara mencatat rata-rata membeli beras petani sekitar 200 hingga 300 ton per harinya sedangkan serapan beras Januari sampai Oktober tercatat 17.600 ton dengan target serapan di tahun 2020 sebesar 20 ribu ton. ANTARA FOTO/Jojon/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini ketersediaan beras dalam negeri aman hingga akhir 2020.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan, hingga September 2020, stok beras dalam negeri masih tercatat surplus.

Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis ketersediaan beras pada akhir tahun aman.

Baca juga: Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

"Produsi pangan kita sampai dengan akhir Desember insya Allah aman. Bahkan, kita bisa carry over mencapai 7 juta ton nanti Desember ke awal tahun depan," ujar Dedi dalam konferensi pers yang di Graha BNPB, Senin (23/11/2020).

Dedi mengatakan, sektor pertanian nyaris tak mengalami dampak besar akibat pandemi Covid-19.

Tercatat, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada kurtal I 2020 meningkat sekitar 16,24 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan, kuartal II 2020 sedikit menggeliat kurang lebih 2,15 persen.

 

Baca juga: Cek Stok Beras di Kediri, Menko PMK Pastikan Kesiapan Penyaluran Bansos

Menurutnya, data tersebut menunjukkan sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap tumbuh signifikan kendati situasi tengah pandemi.

"Artinya sektor pertanian, meskipun sektor lain sedang terpuruk, pertumbuhannya bahkan ada yang minus lebih 20 persen, pertanian tetap menggeliat, tetap tumbuh positif secara signifikan," imbuh Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

Nasional
Perludem Tegaskan KPU Berwenang Tetapkan Jadwal Pemilu, Ini 3 Aturannya

Perludem Tegaskan KPU Berwenang Tetapkan Jadwal Pemilu, Ini 3 Aturannya

Nasional
Indonesia Diingatkan untuk Tidak Tunjukkan Kesan Terlalu Pragmatis ke Negara Lain

Indonesia Diingatkan untuk Tidak Tunjukkan Kesan Terlalu Pragmatis ke Negara Lain

Nasional
Kehadiran Siaran TV Digital Diprediksi Beri Peluang bagi Kreator Konten

Kehadiran Siaran TV Digital Diprediksi Beri Peluang bagi Kreator Konten

Nasional
Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Nasional
Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Nasional
Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Nasional
Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.