Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/10/2020, 06:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa (27/10/2020) pukul 12.00 WIB tercatat ada penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 3.520 orang.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 396.454 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui sekumpulan data yang diterima wartawan pada Selasa sore.

Baca juga: Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Data dan informasi juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update setiap sore.

Dari total pasien positif Covid-19, tercatat ada 60.694 kasus aktif atau 15,3 persen dari yang terkonfirmasi positif.

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Adapun jumlah penambahan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 37.438 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan pemerintah sudah memeriksa 4.388.995 spesimen dari 2.777.969 orang. Satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.

Baca juga: Melbourne Rayakan Double Donuts, 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Berdasarkan data tersebut, kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi.

Sementara itu, ada satu provinsi yang terpantau tidak mengalami penambahan kasus baru, yakni Papua.

Dari data tersebut, tercatat pula lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi. Kelima provinsi itu yakni DKI Jakarta (781 kasus baru), Jawa Barat (390 kasus baru).

Kemudian, Jawa Tengah (316 kasus baru), Sumatera Barat (313 kasus baru) dan Jawa Timur (289 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 502 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Baca juga: Update: 12 Vaksin Corona Masuki Uji Coba Tahap 3, 6 Disetujui Terbatas

Pasien sembuh dan meninggal dunia

Kemudian, pemerintah juga mencatat ada penambahan 4.576 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR). Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 ada 322.248 orang.

Selain itu, ada penambahan 101 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Sehingga jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini menjadi 13.512 orang.

Baca juga: Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Pemerintah juga mencatat ada 169.479 suspek terkait Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

Baca juga: WHO Peringatkan, Menyerah Mengendalikan Corona Covid-19 Berbahaya

Kemudian, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Jangan tunggu vaksin

Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pun mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dia menegaskan masyarakat tidak mengandalkan kehadiran vaksin Covid-19 yang sampai saat ini masih dalam tahap uji klinis.

Protokol kesehatan 3M yang dimaksud Wiku adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Baca juga: Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Menurutnya, tiga hal ini merupakan kunci untuk menjalani aktivitas hari-hari di masa pandemi ini dengan aman.

"Pokoknya 3M adalah perlindungan kita, untuk orang lain, dan orang-orang terdekat. Jadi jangan sampai lengah," katanya.

Wiku mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini dapat dikatakan sudah mulai terkendali.

Karena itu, dia berharap pencapaian ini terus dijaga dengan terus mempertahankan kesadaran diri untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga: Kepala Dusun Diduga Gelapkan Bantuan Covid-19, Buat Surat Kuasa Palsu

"Jangan sampai prestasi bersama ini kita rusak karena kita tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan berbuah sesuatu nantinya," tuturnya.

"Kita harus betul-betul jaga. Menularnya kan antarmanusia, jadi yang mengendalikan harus kita sendiri," imbuh Wiku.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan pandemi Covid-19 masih ada pada 2021.

Karenanya, dia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap Covid-19.

"Jadi 2021 pandemi covid masih ada. Jadi kita lihat juga untuk melakukan imunisasi untuk mencapai herd immunity itu masih memerlukan waktu yang panjang," ujar Airlangga dalam talkshow daring yang ditayangkan di kanal YouTube resmi BNPB, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: 425 Hotels in Bali Certified for Compliant with Covid-19 Health Protocols

"Oleh karena itu tentu kita tetap harus awas terhadap Covid-19 ini. Dan tetap menjalankan protokol kesehatan," lanjutnya.

Namun di lain pihak, kata dia, pemerintah tetap akan melakukan restart terhadap perekonomian.

Airlangga berharap, kondisi pertumbuhan ekonomi bisa mendekati angka nol pada akhir 2020.

"Bahkan bisa positif. Kita harap bisa mendorong atau merealisasikan pertumbuhan positif pada tahun depan," katanya.

"Salah satunya dengan UU Cipta Kerja kita harapkan turunannya bisa semua diselesaikan, yang terdiri dari 37 PP dan 5 Perpres," tambah Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Nasional
Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Nasional
Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Nasional
Didatangi 3 Kali Keluarga Lukas Enembe, Komnas HAM Lakukan Koordinasi dengan KPK

Didatangi 3 Kali Keluarga Lukas Enembe, Komnas HAM Lakukan Koordinasi dengan KPK

Nasional
Anak Buah Sambo Peraih Adhi Makayasa Klaim Jadi yang Pertama Bongkar Kasus 'Obstruction of Justice'

Anak Buah Sambo Peraih Adhi Makayasa Klaim Jadi yang Pertama Bongkar Kasus "Obstruction of Justice"

Nasional
Setelah Bos Indosurya Divonis Lepas, Pemerintah Ajukan Kasasi, Buka Penyelidikan Baru, hingga Buru 1 DPO

Setelah Bos Indosurya Divonis Lepas, Pemerintah Ajukan Kasasi, Buka Penyelidikan Baru, hingga Buru 1 DPO

Nasional
Dinamika Komunikasi Politik Nasdem: Bertemu Jokowi, Kunjungi Gerindra-PKB dan 'Mesra' dengan Golkar

Dinamika Komunikasi Politik Nasdem: Bertemu Jokowi, Kunjungi Gerindra-PKB dan 'Mesra' dengan Golkar

Nasional
Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Nasional
Derita dan Pembelaan Terakhir 6 Anak Buah Ferdy Sambo...

Derita dan Pembelaan Terakhir 6 Anak Buah Ferdy Sambo...

Nasional
Ungkap Jasanya Serahkan Salinan Rekaman CCTV, Anak Buah Sambo: Ketulusan Diganjar Tuntutan Penjara 2 Tahun

Ungkap Jasanya Serahkan Salinan Rekaman CCTV, Anak Buah Sambo: Ketulusan Diganjar Tuntutan Penjara 2 Tahun

Nasional
KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Nasional
Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasional
Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.