Pemerintah Diminta Libatkan Tokoh Masyarakat dalam Edukasi Protokol Kesehatan

Kompas.com - 27/10/2020, 16:35 WIB
Warga melintas di depan mural berisi ajakan melawan corona di Jalan Pahlawan Komarudin RW 03, Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (17/10/20). Visual karya Komunitas Bale Buku tersebut mengusung tema Sosialisasi Protokol Kesehatan 3 Msebagai imbauan kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Suwandy/hp. ANTARA FOTO/SuwandyWarga melintas di depan mural berisi ajakan melawan corona di Jalan Pahlawan Komarudin RW 03, Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (17/10/20). Visual karya Komunitas Bale Buku tersebut mengusung tema Sosialisasi Protokol Kesehatan 3 Msebagai imbauan kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Suwandy/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat dalam memberikan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Arif, masyarakat di daerah tidak sepenuhnya memahami dan melaksanakan protokol kesehatan. Ia mendorong pemerintah bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat agar sosialiasi protokol kesehatan terlaksana dengan baik hingga ke tingkat daerah.

"Edukasi, campaign, harus benar-benar efektif dan tidak bisa melulu bersumber dari pemerintah, perlu ada gerakan sosial yang luar biasa," kata Arif dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Masyarakat Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Saat Perjalanan Liburan

Arif menilai kesadaran masyarakat di daerah untuk sekadar menggunakan masker masih rendah. Hal ini ia temui saat pulang ke kampung halamannya di Pekalongan.

Dia mengatakan situasi pandemi Covid-19 seolah hanya terjadi di Jabodetabek.

"Di kota-kota yang lain juga sama. Jadi suasana Covid-19 itu hanya terasa di Jabodetabek, tapi di luar itu seperti biasa-biasa saja," ujar dia.

Baca juga: Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan, Satgas: Jangan Tunggu Vaksin Covid-19

Menurut Arif, pemerintah sebaiknya tidak hanya mengandalkan media arus utama saja untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. Sebab, masyarakat di daerah cenderung lebih mendengar peran para tokoh yang dituakan.

Arif mengatakan, pemerintah perlu menggandeng kelompok-kelompok masyarakat sipil hingga organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Daerah itu sangat mengandalkan para tokoh. Kalau tokoh-tokoh seperti anggota DPRD, bupati dan wali kota, kemudian tokoh-tokoh agama memberikan contoh yang baik akan mudah bisa menyerap ke bawah," kata Arif.

Baca juga: Menko PMK Minta Utamakan Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X