Kompas.com - 11/10/2020, 13:49 WIB
Petugas memeriksa alat pengukur sinar matahari di Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (7/10/2020). Pihak BMKG merilis peringatan dini terkait anomali iklim La Nina yang berpotensi menyebabkan peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan hingga 40 persen pada bulan Oktober-November di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww. ANTARA FOTO/Hendra NurdiyansyahPetugas memeriksa alat pengukur sinar matahari di Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (7/10/2020). Pihak BMKG merilis peringatan dini terkait anomali iklim La Nina yang berpotensi menyebabkan peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan hingga 40 persen pada bulan Oktober-November di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah segera menggelar rapat koordinasi (rakor) guna menentukan skema antisipasi dampak anomali iklim La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan di Tanah Air.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menuturkan rakor tersebut dapat dilakukan pada Oktober dan paling lambar November 2020.

"Paling lambat November untuk rakor dalam menghadapi dampak fenomena La Nina," ujar Lilik dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/10/2020).

Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, BKMG Imbau Pemerintah Optimalisasi Sungai dan Kanal

Lilik menjelaskan, rakor tersebut dapat diawali pemerintah tingkat provinsi.

Kemudian hasil rakor tersebut bisa segera disebarluaskan kepada pemerintah tingkat kabupaten maupun kota untuk segera disimulasisasikan kepada masyarakat langsung.

Sementara itu, berkenaan dengan informasi fenomena La Nina yang dikeluarkan BMKG, pihaknya menyarankan agar semua pemangku kepentingan segera menyebarluaskan informasi tersebut hingga ke tingkat akar rumput.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, para pemangku kepentingan sebaiknya menyusun informasi tersebut dengan bahasa sederhana agar masyarakat mudah memahami

"Penting bagi kita untuk menerjemahkan bahasa yang disampaikan BMKG dengan mudah dan jelas agar bisa sampai ke masyarakat," terang dia.

"Kami melihat informasi ini sudah sangat baik sekali, kita jangan menunggu lagi, sekarang harus melakukan segala sesuatunya," tambah Lilik.

Berdasarkan data BKMG, prakiraan dampak La Nina terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021.

Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga November 2020.

Baca juga: Siaga La Nina, Pemerintah Diminta Siapkan Rencana Aksi untuk Daerah Rawan Bencana

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian barat.

Kemudian Gorontalo, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Pulau Buru bagian utara, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah.

Adapun puncak musim hujan diprakirakan umumnya akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Bakal Tetapkan Cuti Bersama dan Libur Nasional 2022 dengan Pertimbangkan Perkembangan Covid-19

Pemerintah Bakal Tetapkan Cuti Bersama dan Libur Nasional 2022 dengan Pertimbangkan Perkembangan Covid-19

Nasional
Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai M Syahrial Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-Pikir

Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai M Syahrial Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-Pikir

Nasional
Usai Bertemu, PKP Klaim Jokowi Ingin Pencoblosan Pemilu 2024 Digelar April

Usai Bertemu, PKP Klaim Jokowi Ingin Pencoblosan Pemilu 2024 Digelar April

Nasional
Wapres Yakin Indonesia Akan Jadi Pemain Utama Industri Keuangan Syariah Dunia

Wapres Yakin Indonesia Akan Jadi Pemain Utama Industri Keuangan Syariah Dunia

Nasional
Wamenlu: Diplomasi Akan Terus Bekerja Keras Amankan Kebutuhan Vaksin Rakyat

Wamenlu: Diplomasi Akan Terus Bekerja Keras Amankan Kebutuhan Vaksin Rakyat

Nasional
KJRI Jeddah: QR Code Sertifikat Vaksin Covid-19 Indonesia Tak Bisa Terbaca di Saudi

KJRI Jeddah: QR Code Sertifikat Vaksin Covid-19 Indonesia Tak Bisa Terbaca di Saudi

Nasional
Kunjungi Lapas Kelas I Tangerang Tanpa Izin, Pegawai KPK Diberi Sanksi Ringan

Kunjungi Lapas Kelas I Tangerang Tanpa Izin, Pegawai KPK Diberi Sanksi Ringan

Nasional
Wamenlu Ungkap 3 Isu yang Akan Jadi Tantangan hingga 2022

Wamenlu Ungkap 3 Isu yang Akan Jadi Tantangan hingga 2022

Nasional
Tidak Hanya Kesehatan, Prinsip Pelayanan Sosial, Ekonomi, hingga Psikologi Lansia Juga Perlu Diperhatikan

Tidak Hanya Kesehatan, Prinsip Pelayanan Sosial, Ekonomi, hingga Psikologi Lansia Juga Perlu Diperhatikan

Nasional
Komnas HAM: Kehadiran Presiden Jokowi Makin Ditunggu untuk Selesaikan Masalah TWK di KPK

Komnas HAM: Kehadiran Presiden Jokowi Makin Ditunggu untuk Selesaikan Masalah TWK di KPK

Nasional
Banyak Hambatan, Koordinasi Pemerintah soal Program Khusus Lansia Dinilai Kurang

Banyak Hambatan, Koordinasi Pemerintah soal Program Khusus Lansia Dinilai Kurang

Nasional
Menlu Inggris Akan Kunjungi Indonesia Akhir Tahun Ini

Menlu Inggris Akan Kunjungi Indonesia Akhir Tahun Ini

Nasional
Yayasan Emong Lansia: Kelompok Lansia Bukan Beban

Yayasan Emong Lansia: Kelompok Lansia Bukan Beban

Nasional
Bertemu Menlu Turki, Menlu Retno Bahas Soal Situasi Situasi di Afghanistan

Bertemu Menlu Turki, Menlu Retno Bahas Soal Situasi Situasi di Afghanistan

Nasional
Ingatkan Kemenlu soal Implementasi Anggaran, Pimpinan Komisi I: Sering Kita Hanya Ciptakan Kata-kata, tetapi Tak Dijalankan

Ingatkan Kemenlu soal Implementasi Anggaran, Pimpinan Komisi I: Sering Kita Hanya Ciptakan Kata-kata, tetapi Tak Dijalankan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.