Wapres: Santri Harus Mampu Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Kompas.com - 16/09/2020, 11:47 WIB
Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2020), selepas menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.  Dalam salat Jumat di Masjid Baiturrahim kali ini, Wakil Presiden Maruf Amin bertindak sebagai khatib dan membawakan khotbah dengan tema Rasa Syukur dan Refleksi Kemerdekaan. Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2020), selepas menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Dalam salat Jumat di Masjid Baiturrahim kali ini, Wakil Presiden Maruf Amin bertindak sebagai khatib dan membawakan khotbah dengan tema Rasa Syukur dan Refleksi Kemerdekaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap para santri mampu menjadi perekat persatuan bangsa. Sebab, menurut Ma'ruf, persatuan merupakan kunci agar Bangsa Indonesia dapat maju.

" Santri harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa. Persatuan adalah kunci bangsa kita untuk maju bersama," ujar Ma'ruf saat memberi sambutan dalam acara webinar Pengurus Syuriah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Selasa (15/9/2020) malam.

Baca juga: Wapres Harap Santri Bisa Berkontribusi terhadap Perdamaian Dunia

Ma'ruf mengatakan, peranan santri untuk persatuan di Indonesia merupakan salah satu modal agar dapat berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.

Oleh karena itu, Ma'ruf mengatakan mentalitas dan semangat untuk bersatu terus diperkokoh di tengah perbedaan yang ia nilai semakin tajam.

"Persatuan dan kerukunan tidak hanya dalam hubungan antar umat atau organisasi Islam, tapi juga dengan umat agama lain," kata dia.

Baca juga: Wapres: RI Miliki Tanggung Jawab Jelaskan Ajaran Islam kepada Dunia

Menurut Ma'ruf, para santri dan ulama nusantara, terutama yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama (NU) harus tetap berpegang pada ajaran dan pemahaman yang moderat.

Artinya, Islam berada di garis tengah, tidak liberal-sekuler dan tidak radikal-ekstrem.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Anggota KKB yang Diduga Terlibat Penembakan TGPF

Polisi Tembak Anggota KKB yang Diduga Terlibat Penembakan TGPF

Nasional
Dinyatakan Bersalah di Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Divonis Penjara Seumur Hidup

Dinyatakan Bersalah di Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Divonis Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kejagung: Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Perpanjangan Kontrak JICT oleh Pelindo II

Kejagung: Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Perpanjangan Kontrak JICT oleh Pelindo II

Nasional
Penggunaan Dana Desa Hingga 25 Oktober 2020 Capai Rp 34,756 triliun

Penggunaan Dana Desa Hingga 25 Oktober 2020 Capai Rp 34,756 triliun

Nasional
Satgas Bagikan Tips Liburan Aman dari Covid-19

Satgas Bagikan Tips Liburan Aman dari Covid-19

Nasional
Epidemiolog Duga Vaksin Digembar-gemborkan demi Percepatan Ekonomi

Epidemiolog Duga Vaksin Digembar-gemborkan demi Percepatan Ekonomi

Nasional
Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Nasional
Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Nasional
KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

Nasional
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

Nasional
Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Nasional
Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Nasional
Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Nasional
Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Nasional
Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X