Wapres: RI Miliki Tanggung Jawab Jelaskan Ajaran Islam kepada Dunia

Kompas.com - 16/09/2020, 10:43 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin selaku ketua harian KNEKS dalam acara GIFA Award Advocay 2020 yang digelar secara virtual dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin selaku ketua harian KNEKS dalam acara GIFA Award Advocay 2020 yang digelar secara virtual dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan ajaran Islam sesungguhnya.

Hal tersebut dikarenakan adanya persepsi dunia tentang Islam yang tidak baik.

Termasuk, kata Ma'ruf, hasil survei Pew Research tahun 2017 yang menunjukkan pandangan negara barat yang negatif terhadap Islam.

Baca juga: Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam Dapat Bantuan Operasional, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita memiliki tanggung jawab bersama-sama menyerukan dan menjelaskan ajaran Islam sesungguhnya, yaitu Islam adalah rahmatan lill aalamin, yaitu Islam yang wasatiyah dan tentu Islam yang Ahlusunnah Wal Jamaah," ujar Ma'ruf saat memberi sambutan dalam acara webinar Pengurus Syuriah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Selasa (15/9/2020) malam.

Menurut Ma'ruf, salah satu yang bisa menjelaskan soal Islam adalah santri.

Mereka, kata dia, harus mampu menjelaskan dan menjadi pembeda, menanamkan pemikiran moderat (tawasuth) dan melawan pemikiran ekstrem, mampu menjelaskan karakter-karakter Islam yang selalu berimbang (tawazun) serta toleran (tasamuh).

"Hal ini tak terbatas pada isu-isu ibadah saja, tapi juga mencakup isu-isu di luar ibadah murni atau aspek kemasyarakatan, termasuk menjawab dan merespons sejumlah pertanyaan tentang pandangan dan kontribusi Islam terhadap berbagai isu," kata dia.

Antara lain isu demokrasi, peran perempuan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, teknologi serta inovasi, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, kata dia, dalam konteks tersebut seharusnya bisa dijelaskan bagaimana keberhasilan Indonesia sebagai bangsa muslim terbesar yang cukup sukses.

Sebab di Indonesia Islam dapat berjalan beriringan dengan demokrasi serta kemajuan pembangunan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X