Kompas.com - 07/07/2020, 13:41 WIB
Ilustrasi difabel FreepikIlustrasi difabel
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Ahli Madya Bidang Hukum dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP) Sunarman Sukamto mengungkap tantangan dalam perlindungan difabel di tengah pandemi Covid-19 dan saat penerapan era kenormalan baru atau new normal.

Tantangan pertama adalah kurangnya data dampak dan data kebutuhan khusus bagi difabel di masa pandemi Covid-19.

Sunarman mengatakan, data tersebut sudah ada di tingkat nasional yang dikumpulkan sejumlah lembaga.

Baca juga: Kisah Asmara Pria Difabel, Nikahi Kekasih yang Kenal di Aplikasi Pencarian Jodoh

Namun, kata dia, data itu belum tersedia di tingkat kelurahan.

"Misalnya di kelurahan A itu kebutuhan khusus difabel itu apa, dampak covid-nya apa apakah sudah ada yang terpapar atau belum itu belum tersedia," kata Sunarman dalam acara diskusi online bertajuk 'Pemenuhan Hak Lansia dan Penyandang Disabilitas di Era New Normal, Selasa (7/7/2020).

Sunarman melanjutkan, tantangan selanjutnya adalah masih ada difabel yang belum teorganisasi, sehingga menyulitkan untuk memenuhi hak-hak hal difabel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengelola kebutuhan difabel, bagi Sunarman, lebih mudah jika terorganisasi dalam suatu wadah.

"Kemudian untuk mengundang partisipasi itu kalau ada organisasinya itu akan lebih mudah, lebih lancar. Tapi memang belum semua difabel terorganisasi," ujarnya.

Tantangan ketiga adanya difabel yang masih terbatas pengalamannya dan masih perlu pendampingan di masa pandemi.

Kemudian, yang keempat adanya pemikiran bahwa difabel bergantung pada keluarga adalah hal yang wajar.

Baca juga: KSP Sebut 4 Bidang Ini Harus Dipastikan Berpihak pada Difabel Saat New Normal

"Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa difabel di rumah saja itu baik-baik saja. Sudah lumrah," ujarnya.

Tantangan yang kelima, minimnya akses informasi untuk difabel, kondisi lingkungan dan fasilitas yang belum mendukung.

Tantangan keenam sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dan tantangan terakhir adalah pelibatan difabel dalam segala bidang yang masih terbatas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.